News Video

Penampakan Dapur dan Menu Makan Napi di Rutan Kelas I Medan, Masak Ribuan Porsi Setiap Hari

Kepala Rumah Tahanan (Karutan) Kelas 1 Tanjung Gusta Medan, Theo Andrianus Purba mengajak tribunmedan.com melihat suasana dapur Rutan lebih dekat,

Penampakan Dapur dan Menu Makan Napi di Rutan Kelas I Medan, Masak Ribuan Porsi Setiap Hari

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Memenuhi kebutuhan makan ribuan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) (Napi/tahanan) setiap harinya bukanlah hal yang mudah. 

Di dapur Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 1 Tanjung Gusta Medan yang belamat di Jalan Lembaga Pemasyarakatan, Kecamata Medan Helvetia ini, setiap harinya puluhan WBP dan petugas dapur bergotong royong menyiapkan makan pagi, siang dan malam untuk 4607 orang Napi atau tahanan.  

Tidak hanya makan, petugas juga memasak bubur kacang hijau sebagai tambahan untuk para WBP.

Kepala Rumah Tahanan (Karutan) Kelas 1 Tanjung Gusta Medan, Theo Andrianus Purba mengajak tribunmedan.com melihat suasana dapur Rutan lebih dekat, guna menghapus presepsi yang berkembang bahwa makanan WBP tidak layak atau tidak higenis.

"Jangan dibilang dapur kita gak higienis, sangat higienis. Dan lagi dapur kita tidak ada hentinya. Bekerja 24 jam, yang masak di sini sudah diatur jadwal piketnya agar bergantian, sehingga dibersihkan juga setiap hari," katanya kepada tribunmedan.com, Sabtu (11/12/2021)

Saat sampai di lokasi, nampak puluhan petugas dan warga binaan tengah memasak makan malam dengan menu daging rendang, bubur kacang hijau dilengkapi sayuran, dan tambahan lauk tahu dan tempe.

"Makanya kadang-kadang mohon maaf, ada yang sulit makan akhirnya masuk penjara mana ada diluar sana makan (gratis) tiga hari sekali ditambah bubur," kata Theo.

Pantauan tribunmedan.com, saat bekerja sejumlah petugas dan WBP nampak menggunakan penutup kepala, masker, dan dibagi menjadi beberapa kelompok. Ada yang memasak nasi, memotong sayur, penjaga kebersihan dapur hingga pengatur porsi makan.

Kepada petugas yang mengatur porsi makan, Theo meminta agar porsi makan para WBP yang baru divaksin diperbanyak.

"Bisa dilihat menunya, hari ini kita masak daging, jangan kalian pikir cuma dikasi makan. Jangan nanti dibilang makan sampah ya, bisa dilihat sendiri bahkan buburnya juga kita sediakan," katanya.

Untuk proses memasak nasi kata Theo pihaknya menggunakan beberapa steamer, karena jika dimasak seperti biasa jadwal makan WBP bisa terlambat.

"Kita harus masak beras satu setengah ton setiap hari, kalau pakai dandang seperti biasa, gak bakal selesai. Jadi kita gunakan  steamer," katanya.

Saat ditanya terkait para WBP yang memasak di dapur, Theo mengakui tidak semua diperbolehkan ke dapur. Hanya WBP yang dipastikan sehat dan memiliki citra yang baik.

"Yang memasak petugas dan Warga Binaan yang bersih, sehat dan rajin. Gak ada yang sakit-sakitan," bebernya.

Theo mengatakan jadwal makan warga binaan telah ditetapkan dan dipastikan tidak lewat waktu. Untuk itu, dapur Rutan katanya selalu beaktifitas 24 jam.

"Sebentar lagi mau makan Warga Binaan, di sini makan malamnya sore hari," katanya.

Selain itu, Theo juga memperlihatkan tempat pengisian galon yang dilengkapi dengan mesin pencuci, dan penyaring air layaknya air galon yang dijual diluar. Dijatakan Theo setiap harinya Rutan menghabiskan ratusan galon untuk memenuhi minum WBP.

"Bagi yang sudah habis bisa diisi di sini, di kamarnya sudah disediakan masing-masing," bebenya.

Ia berharap jangan ada lagi presepsi bahwa WBP tidak makan dengan layak di Rutan. Selain memperhatikan makan para WBP Theo mengatakan pihaknya tengah gencar melakukan beberapa kegiatan yang menumbuhkan kreatifitas para Napi.

"Kita harap jangan ada lagi anggapan bahwa WBP itu tidak makan dengan layak," pungkasnya.

(cr21/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved