Breaking News:

SOSOK Rita Wizni, Pembisnis yang Muliakan Penghapal Alquran dengan Bangun Rumah Tahfiz Gratis 

Selain memiliki bisnis batu alam dan menjadi ibu rumah tangga, istri mantan walikota Rahudman Harahap ini juga telah mendirikan Rumah Tahfidz

Penulis: Kartika Sari | Editor: Ayu Prasandi
HO
Rita Wizni dan suami Rahudman Harahap 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dalam menjalani kehidupannya, Rita Wizni selalu berusaha untuk menyeimbangkan kehidupan duniawi dan akhirat. 

Dalam berbisnis batu alam, Rita memulai sejak tahun 1992.

Baginya, ia tidak memilih bisnis itu namun lebih jauh lagi yaitu bagaimana usaha yang dilakukan memiliki manfaat dan mendapatkan pemasukan.

"Kesannya banyak. Kalau dulu mulai bisnisnya mulai dari minus karena tidak punya modal. Tidak ada yang tidak bisa kalau kita mau yang penting all out. Kalau bisnis gak sungguh-sungguh, itu gak bisa harus fokus, komitmen, dan jujur," ungkap ungkap Rita, Sabtu (11/12/2021).

Baca juga: REAKSI Aurel saat Diberi Hadiah Tas oleh Ria Ricis Disorot Sang Suami, Atta: Itu Namanya Ngelunjak

Selain memiliki bisnis batu alam dan menjadi ibu rumah tangga, istri mantan walikota Rahudman Harahap ini juga telah mendirikan Rumah Tahfidz Tonggol Sa'idah.

"Saya buat gratis untuk dukung anak-anak yang punya kemampuan. Kemampuan dan kemauan harus seiring. Jadi mereka yang masuk kesitu harus sudah punya kemampuan baca Al-Qur'an dengan baik agar startnya sama dengan temannya yang lain," ujarnya.

Dikatakan Rita, untuk target ini dibuat selama dua tahun, namun bahkan pada masa 8 bulan, tak jarang anak-anak binaan Rita ini sudah dapat menghapal 30 juz.

"Hanya 14 bulan yang dilalui mereka itu menghapal terus. Karena biasanya mereka yang terlampau cepat menghafal itu biasanya cepat lupa kalau tidak terus diulang. Jadi lebih banyak mengulangnya," ujarnya.

Kemampuan anak-anak rumah Tahfidz Tonggol Sa'idah yang terbilang cepat dalam menghapal, lantaran tidak adanya beban hal-hal lainnya yang dapat mengganggu konsentrasi saat menghapal Al-Qur'an.

"Mereka tidak kita bebankan yang lain, hanya menghafal. Untuk makan dan lainnya itu sudah kita siapkan tinggal makan hingga pakaiannya juga. Penghafal Alquran ini adalah orang yang dipilih Allah, kenapa kita tidak memuliakan mereka," jelasnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved