News Video
Viral Atlet PON Papua Asal Karo Pertanyakan Uang Saku Yang Menjadi Hutang
Usai kembali bertanding di Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XX di Papua, para atlet asal Kabupaten Karo telah disambut oleh Pemkab Karo.
Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Fariz
TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Usai kembali bertanding di Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XX di Papua, para atlet asal Kabupaten Karo telah disambut oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo. Namun, usai acara penyambutan di Kantor Bupati Karo beberapa waktu lalu menjadi perbincangan.
Pasalnya, salah satu perwakilan atlet dari Karo Brando Mamana mempertanyakan uang saku pemberangkatan para atlet ke Papua menjadi hutang dan dibebankan kepada atlet. Hal tersebut, terlihat dari postingan di akun media sosial facebook milik Brando.
Dalam postingan tersebut, dirinya membagikan video yang menunjukan ia sedang memegang sejumlah uang, dan membawanya ke Kantor Dispora Karo. Serta foto seperti surat undangan para atlet, untuk datang ke Kantor Bupati Karo dalam acara penyambutan atlet.
Namun, dalam foto surat tersebut terdapat tulisan yang menjelaskan jika setelah uang masuk ke rekening masing-masing atlet dan pelatih, agar dikumpulkan sebesar tiga juta rupiah. Dari informasi yang didapat, uang saku yang diberikan kepada atlet oleh Pemkab Karo sebesar empat juta lima ratus ribu rupiah.
Kemudian, uang tersebut ditujukan kepada Wakil Bupati Karo karena di dalam surat tersebut tertulis jika uang tersebut sebelumnya telah didahulukan oleh Wakil Bupati untuk uang saku. Dengan ini, Brando lantas mempertanyakan seperti apa kejelasan dari isi surat tersebut.
"Kalau tau tadi aku uang saku keberangkatan pergi ke PON Papua itu hutang, kan tanggung kali cuma tiga juta," ujar Brando dalam postingan akun media sosial miliknya.
Postingan yang diunggah oleh Brando pada kemarin itu, telah mendapatkan berbagai tanggapan dari warga net. Setidaknya, sudah 372 pemilik facebook yang memberikan komentar, dan postingan ini sudah dibagikan sebanyak 231 kali.
Selain postingan tersebut, Brando juga terlihat diwawancarai mengenai uang saku yang menjadi hutang para atlet tersebut. Di dalam video yang berdurasi lebih dari satu menit itu, Brando menjelaskan beberapa kronologi uang saku yang menjadi hutang tersebut.
Dalam video itu, Brando yang mengenakan baju berwarna merah menjelaskan jika di dalam surat yang mereka terima tertulis uang saku keberangkatan para atlet ke Papua merupakan hutang. Ia bercerita, berangkat ke Papua memang para atlet mendapatkan informasi jika mereka diberikan uang saku sebesar tiga juta rupiah.
"Jadi memang kami dengar ada uang saku sebesar tiga juta rupiah, dan kita dikumpulkan di Karo untuk dijelaskan hal itu. Tapi karena gara-gara dananya itu katanya belum keluar, jadi dideluankan sama Wakil Bupati," ucapnya.
Singkat cerita, setelah para atlet pulang dari Papua mereka dipanggil untuk kembali menghadap ke Pemkab Karo. Ternyata, di acara penyambutan dan pemberian tunjangan bagi para atlet, mereka juga diberikan penjelasan untuk membayar atau mengganti uang yang kemarin telah didahulukan oleh Wakil Bupati.
"Kita harus membayar uang itu sebesar tiga juta rupiah kepada Wakil Bupati, kita itu maksudnya atlet, kita yang bayar itu. Makanya saya jadi bingung, dan mempertanyakannya di fb saya, kenapa bisa seperti itu," ungkapnya.
Setalah adanya tanggapan dari salah satu atlet, hingga saat ini belum ada jawaban resmi dari Pemkab Karo. Baik seperti apa sistem pemberian uang saku bagi para atlet, hingga kenapa hal ini bisa terjadi.
(cr4/tribun-medan.com)