Deliserdang Raih Lima Medali di Kejurnas Sepatu Roda Jakarta Open 2021

DSILS menurunkan enam orang atlet dari berbagai kelas yaitu di kelas speed, standard, dan pemula.

TRIBUN MEDAN/HO
Atlet binaan DSILS, Cindy Anabella Siagian foto di podium usai meraih juara 1 kelas standard dalam ajang Kejurnas Sepatu Roda Jakarta Open 2021 yang digelar 9-12 Desember. 

TRIBUN-MEDAN.com, DELISERDANG - Tim sepatu roda Kabupaten Deliserdang yang tergabung dalam klub Deliserdang Inline Skate (DSILS) berhasil meraih lima medali pada Kejuaraan Nasional (kejurnas) Sepatu Roda di Jakarta Open 2021.

Pelatih DSILS, Omar Muchtar mengatakan, predikat juara yang didapatkan oleh kontingen Deliserdang berasal dari kategori kelompok umur (ku) B puteri eliminasi, relay ku B puteri, dan kelas standar.

"Khaira Adzra Prandiya meraih juara 1 pada pertandingan KU B 3000 m Eliminasi. Selain itu Adzra juga jadi juara 2 relay KU B puteri bersama Delisha dan Moza. Terakhir, Cindy dapat juara 1 pada perlombaan 50 meter kelompok usia B standard," katanya kepada Tribun Medan, Senin (13/12/2021).

Pada ajang ini, DSILS menurunkan enam orang atlet dari berbagai kelas yaitu di kelas speed, standard, dan pemula.

"Di kelas speed ada Khaira Adzra Prandiya, Delisha Almira, Belva Raisha Alzena, dan Rizky Kirana Banurea. Kelas standar ada Mufidah Carina Banurea, dan kelas pemula kita turunkan Cindy Anabella Siagian," ujarnya.

Lanjutnya, keenam atlet itu sudah bertanding sejak 9-12 Desember 2021 lalu di arena sepatu roda Jakarta Internasional Stadion.

Para atlet muda ini bersaing dengan 722 skater yang berasal dari klub sepatu roda se Indonesia.

Lebih jauh Omar menyebutkan, pihaknya sebenarnya tidak mematok target tertentu di ajang ini. Ia hanya berharap, para atlet yang masih terbilang muda ini mendapatkan tambahan jam terbang.

"Kami tidak mematok target tertentu, hanya untuk menambah jam terbang atlet kita. Dan alhamdulillahnya anak-anak prestasinya tercatat diperangkingan nasional," ucapnya.

Sejatinya, dikatakan Omar, pada ajang ini DSILS menurunkan 15 orang atletnya. Namun pihak panitia pelaksana membatasi jumlah atlet mengingat pendaftar sudah melebihi kuota yang ditetapkan pemerintah setempat.

Pembatasan itu juga dilakukan karena alasan pandemi Covid-19. Sehingga panitia membatasi hanya bisa menerima enam atlet untuk ikut berlaga. (cr12/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved