Breaking News:

Jemaah Umrah dari Medan Berangkat 23 Desember, Diikuti 300-an Orang

Ia juga menyampaikan untuk keberangkatan jemaah umrah dari Kota Medan akan berlangsung pada 23 Desember 2021 mendatang.

Penulis: Angel aginta sembiring | Editor: Eti Wahyuni
arabnews
Umrah perdana di tengah pandemi 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas memastikan bakal memberangkatkan jemaah umroh di Desember 2021 setelah otoritas penerbangan Arab Saudi, General Authority of Civil Aviation (GACA) membuka pintu bagi WNI.

Hal itu juga disampaikan oleh Ketua Bidang Umroh Asosiasi Perusahaan Perjalan Wisata (Asita) Sumatera Utara, Bob, pada Minggu (12/12) merupakan percobaan perdana kembali jemaah umrah Indonesia melalui Jakarta menuju Arab Saudi.

"Kemarin pada Minggu (12/12/2021) merupakan percobaan pertama kembali jemaah Indonesia berangkat umrah," tuturnya saat dihubungi Tribun Medan, Senin (13/12/2021).

Ia juga menyampaikan untuk keberangkatan jemaah umrah dari Kota Medan akan berlangsung pada 23 Desember 2021 mendatang.

"Dari grup asosiasi akan berangkat 23 Desember ini dari Kota Medan," ujarnya.

Baca juga: Inilah Doa yang Dibaca Setelah Sholat Dhuha, Amalan Ini Setara Pergi Haji dan Umrah

Ada pun dalam hal keberangkatan umrah dari Kota Medan hanya dari pengurus asosiasi dari Kota Medan serta Ustaz. Diperkirakan hingga saat ini, terdapat enam asosiasi yang akan berangkat nantinya.

Disampaikan Bob, ada pun satu asosiasi telah mendaftarkan keberangkatan sebanyak 30 orang per asosiasi.

"Nantinya dari satu asosiasi ada 30 orang dan di Kota Medan ada enam asosiasi yang akan berangkat. Lebih kurang keberangkatan 300-an orang akan berangkat nantinya dalam satu pesawat begitu pula diikuti oleh asosiasi dari Jakarta," imbuhnya.

Hingga saat ini, keberangkatan umrah untuk jemaat umum akan dibuka Januari 2022 mendatang.

"Sepulangnya dari melihat situasi umrah nantinya, maka pembukaan untuk umrah masyarakat umum akan dibuka pada awal Januari 2022," tuturnya.

Bob menyampaikan, sebelum melakukan perjalanan, jemaah umrah dari luar negeri juga harus sudah divaksin Covid-19 penuh. Vaksin yang digunakan pun harus vaksin yang diakui di Arab Saudi, yaitu Pfizer, Moderna, Astrazeneca, atau Johnson & Johnson.

"Vaksin harus yang diakui di Arab Saudi, kalau tidak menggunakan vaksin itu maka nantinya harus karantina tiga hari di Saudi, namun apabila jemaah telah vaksin sesuai dengan dianjurkan maka jemaah tidak perlu melakukan karantina di Saudi," tutupnya.

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved