Breaking News:

Larangan Edar Migor Curah Ditangguhkan, Disperindag Sumut: Ekonomi Masyarakat Belum Pulih

Ada pun berdasarkan pengamatan Disperindag Sumut, konsumsi minyak curah paling besar berada di wilayah Siantar.

Penulis: Kartika Sari | Editor: Eti Wahyuni
Tribun Medan
Penjual minyak eceran saat menunjukkan minyak curah di Pusat Pasar Medan, Senin (13/12/2021). Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI telah mengumumkan mengenai pembatalan pelarangan edaran minyak curah yang sebelumnya akan diberlakukan pada 1 Januari 2022 mendatang. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sempat akan diberlakukan mulai awal tahun 2022, kebijakan pelarangan edar minyak curah akhirnya dibatalkan oleh Kementerian Perdagangan. Terkait hal ini, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumut membenarkan hal tersebut dan saat ini sedang menunggu regulasi dari Kemendag.

"Dengan harga yang sekarang, gonjang-gonjing lah kita bilang karena harga CPO ini. Karena harga HET minyak itu Rp 11 ribu, sekarang sudah capai Rp 20 ribu. Jadi ini kita menunggu bagaimana sikap dari Kemendag karena regulasinya semua dari Kementerian," ungkap Kabid Perdagangan Dalam Negeri PDN Disperindag Sumut Barita Sihite, Senin (13/12/2021).

Berdasarkan informasi Barita, konsumsi minyak curah tersebar berada di daerah dibandingkan di wilayah perkotaan.

"Kami lihat karena masyarakat desa itu penghasilannya sangat fluktuatif. Kalau untuk minyak curah, mereka bisa membeli seperempat atau setengah liter, itulah kenapa masih banyak yang ingin mempertahankan minyak curah.  Kalau kemasan itu paling kecil 1 liter. Jadi ini yang perlu pemikiran yang matang. Masyarakat dengan kondisi ekonomi yang belum stabil, untuk minyak curah ini boleh lah untuk sementara ditangguhkan," lanjut Barita.

Ada pun berdasarkan pengamatan Disperindag Sumut, konsumsi minyak curah paling besar berada di wilayah Siantar.

"Kemarin kami lakukan pasar murah di Siantar, dua jam itu langsung habis 2.000 liter, padahal kita batasi hanya 2 liter per orang. Terus di Samosir juga lumayan besar untuk konsumsi minyak," ujarnya.

Baca juga: HARGA Minyak Goreng Masih Mahal, TPID Sumut Diminta Bekerjasama dengan Produsen Minyak Goreng

Barita mengatakan, Disperindag Sumut juga saat ini sedang berkoordinasi dengan distributor minyak untuk dapat kembali melakukan pasar murah untuk menekan harga minyak goreng yang masih melambung tinggi.

Terkait pencabutan larangan edaran minyak curah di pasaran turut disambut baik pedagang di Pusat Pasar Medan. Diantaranya Ida, pedagang sembako ini turut lega lantaran penghasilan terbesarnya berasal dari penjualan minyak curah.

"Senang lah kan nggak dilarang tahun depan. Soalnya lebih banyak beli minyak yang kiloan (curah) kalau di sini, yang ibu-ibu, pedagang biasanya mereka suka beli yang curah daripada kemasan," ungkap Ida, Senin (13/12/2021).

Diceritakan Ida, dalam satu hari ia mampu menjual minyak curah sebanyak 15-20 liter dengan harga Rp 17 ribu per liter sedangkan untuk minyak kemasan ia menjual 10-15 kemasan 1 liter seharga Rp 18 ribu per kg.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved