DISPERINDAG Sumut Pastikan Stok Bahan Pokok Aman jelang Nataru

Jelang Natal dan Tahun Baru, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumut mengklaim stok kebutuhan pokok aman dan terkendali.

Tayang:
TRIBUN MEDAN/KARTIKA SARI
Kabid Perdagangan Dalam Negeri PDN Disperindag Sumut Barita Sihite. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Jelang Natal dan Tahun Baru, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumut mengklaim stok kebutuhan pokok aman dan terkendali.

Setelah melakukan Rakor bersama stakeholder terkait belum lama ini, Disperindag Sumut kembali akan melakukan rapat koordinasi persiapan nataru untuk memastikan kesiapan pemerintah dalam menjaga stok saat Nataru di Dinas Pertanian Sumut, hari ini, Selasa (14/12/2021).

Dalam rakor sebelumnya, Dikatakan Kabid Perdagangan Dalam Negeri PDN (Disperindag) Sumut Barita Sihite bahwa belum ada indikasi gejala kenaikan ataupun kelangkaan stok komoditi jelang nataru.

"Termasuk juga distributor-distributor sembako seperti beras, terigu, telur, daging dan lainnya yang di Sumut memaparkan laporannya dalam rapat itu. Maka seluruhnya siap menghadapi Nataru. Bahkan pantauan satgas pangan tidak ada gejala yang mengarah kenaikan atau lonjakan harga yang menyolok bahkan stok juga aman," ungkap Barita.

Lanjutnya, adapun untuk komoditi hortikultura seperti cabai merah atau bawang merah memiliki peluang untuk merangkak naik, namun berdasarkan data pada Senin ini tidak ada kenaikan baik untuk daging dan telur yang mulai turun.

"Saya lihat hari ini harga sudah bagus. Seperti cabai merah dan bawang merah normal. Telur ayam yang naik saat ini turun 1,6 persen. Begitu juga daging yang turun 0,8 persen. Namun untuk data yang berkaitan dengan produk pertanian ini sangat erat kaitannya dengan cuaca/transportasi dan permintaan dari luar daerah. Sebagaimana yang kita lihat fenomenanya banyak hasil pertanian kita yang dikirim ke Batam dan Riau," ujarnya.

Barita juga mengakui jika saat ini belum ada alat yang dapat memantau kapasitas berat komoditi yang dijual ke luar daerah.

"Bahkan menjelang Natal ini pengiriman juga cukup tinggi dan tidak ada alat kita untuk menjangkau itu, tidak ada alat kita seberapa banyak barang kita yang keluar Sumut. Kemarin itu di jembatan timbang tapi sekarang ada kewenangan dari pusat atau dari kementrian perhubungan. Maka alat kita untuk memantau itu kurang," tuturnya.

Sementara itu, jelang penghujung tahun ini, Disperindag juga telah melakukan pasar murah minyak goreng lantaran melihat adanya kenaikan CPO dunia yang berimbas dengan meroketnya turunan CPO dalam negeri.

"Tapi dari rakor kita stok minyak goreng ini aman. Bahkan dari distributor juga siap tidak ada kelangkaan. Memang hanya karena akibat perdagangan dunia berimbas pada minyak goreng. Bahkan Kementrian Perdagangan telah menangguhkan isu penarikan minyak goreng di awal 2022," kata Barita.

"Ini juga bentuk hadirnya pemerintah di tengah masyarakat melakukan. Kita juga telah melakukan pasar murah di 10 kabupaten dengan jatag 2.000 liter pet kabupaten denga harga bervariasi mulai dari Rp14.000 sampai 15.000 per kg dengan acuan harga minyak goreng dipasar sudah Rp18.000 per kg. Bahkan di Paluta tercatat sebanyak 60 ribu liter minyak goreng terjual karena banyak titik pasar murahnya," tambahnya.

Bahkan diharapkan pada Desember ini ada Pasar Murah Minyak Goreng lagi yang digelar. Hanya saja diungkapkannya Disperindag Sumut hanya memfasilitasi saja atau menjadi pendamping distributor, sebab tidak ada anggaran akan kegiatan tersebut.

Tak hanya pasar murah, Barita juga mengatakan jika Disperindag Sumut juga telah melakukan Pasar Lelang Komoditas di 3 daerah yakni di Siborong-borong, Taput, Karo, dan Dairi dengan menghasilkan transaksi kurang lebih Rp550 miliar.

"Kedepannya kita fasilitasi Pasar Lelang Komoditas ini karena semua bisa ikutan. Walau pada saat itu sesekali jaringan internet lemot karena kita gelar secara off line dan online. Nah, Pasar lelang ini tujuannya untuk mempersingkat atau memotong mata rantai dari petani ke tengkulak. Sehingga Lasar Lelang ini harus harga petani, bukan harga pasar. Sehingga petani dapat harga yang layak. Namun masih perlu penyuluhan pada petani lagi karena masih banyak yang menjua dengan harga pasar," pungkasnya.

Dalam menyambut Nataru pekan depan, Barita mengingatkan masyarakat untuk belanja sesuai kebutuhan dan diharapkan tidak ada Panic buying lantaran kebutuhan pokok masih terpantau aman.

"Kita minta masyarakat belanja sesuai kebutuhan dan keinginan dan tidak ada Panic buying karena bisa kita lihat ini terpantau stabil," tutup Barita.

(cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved