News Video
Dua Korban Travel Maut yang Terjun ke Jurang Merupakan Mahasiswi Institut Kesehatan Helvetia
Kepala Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Yulida Efendi Nasution yang ditemui Tribun Medan di ruang kerjanya mengatakan bahwa keduanya alumni dan juga
Dua Korban Travel Maut yang Terjun ke Jurang Merupakan Mahasiswi Institut Kesehatan Helvetia
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN-Dua mahasiswi Institut Kesehatan Helvetia yang berada di Jalan Kapten Sumarsono, Desa Helvetia Kabupaten Deliserdang, menjadi korban travel maut yang terjun ke jurang Lae Kombih, Dusun Buluh Didi, Desa Tanjung Mulia, Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe, Pakpak Bharat beberapa waktu lalu.
Kedua mahasiswi tersebut yakni, Khairumi dan Tata.
Keduanya merupakan alumni Institut Kesehatan Helvetia dan juga mahasiswi D4 kebidanan.
Kepala Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Yulida Efendi Nasution yang ditemui Tribun Medan di ruang kerjanya mengatakan bahwa keduanya alumni dan juga mahasiswi di sini.
"Jadi mereka itu sudah menjadi bidan. Kuliahnya sudah selesai untuk D3. Tapi mereka menyambung lagi mengambil D4nya," ujarnya, Selasa (14/12/2021).
Lanjut Yulida, keduanya sudah menyelesaikan sidang dan akan diwisuda pada Kamis mendatang di Hotel Selecta.
"Mereka itu memang warga Aceh. Kemungkinan karena mau yudisium jadi mereka ke Medan. Karena Rabu besok rencananya gladi resik di Selecta," bebernya.
Pihaknya juga mendapat kabar bahwa kedua mahasiswi D4 itu menjadi korban kecelakaan travel pada Selasa (14/12/2021) pagi.
"Kalau kabar baru pagi tadi kami dapat informasi komplitnya. Memang baru si Khairumi yang ditemukan. Untuk Tata masih belum ditemukan. Kita berharap keduanya tidak kenapa-kenapa. Namun ternyata Khairumi sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia," ucapnya.
Kedua mahasiswi D4 tersebut dikenal telaten dan gigih.
"Kalau yang saya kenal, memang keduanya itu anaknya telaten. Aktif. Apalagi selama pandemi kan kami daring. Nah mereka itu memang aktif mengikuti mata kuliah. Mereka juga baik orangnya," kata Yulida Efendi Nasution.
Terkait peristiwa nahas yang dialami kedua mahasiswinya, Yulida turut berdukacita.
"Saya mewakili Institut Kesehatan Helvetia, mengucapkan turut berdukacita sedalam-dalamnya. Kepada keluarga yang ditinggal, diberi ketabahan. Dan untuk korban yang meninggal diberi tempat yang baik di sisi Allah SWT," katanya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, pada Senin (13/12/2021) sore, Tim SAR berhasil temukan jasad satu orang korban travel yang terjun ke jurang di Sungai Lae Kombih.
Korban yang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan diketahui bernama Khairumi.
Humas Kantor SAR Medan Sariman Sitorus mengatakan pihaknya berhasil temukan satu dari enam korban yang hilang.
"Korban ditemukan sejauh 25 km dari lokasi dia dikabarkan hilang," ucapnya.
Setelah ditemukan, korban kemudian dievakuasi petugas ke daratan untuk selanjutnya dibawa ke RSUD Subulussalam.
Lanjut Sariman, setelah proses identifikasi, korban kemudian diserahkan ke pihak keluarga untuk di bawa ke rumah duka.
"Saat ini kami masih melakukan pencarian terhadap lima orang korban lainnya yang dinyatakan hilang," bebernya.
Insiden kecelakaan minibus dengan nomor polisi BL 1537 EF terjadi Minggu (12/12/2021) lalu dengan membawa enam orang penumpang dari Aceh menuju Kota Medan.
Minibus yang merupakan travel itu dikemudikan oleh Arman (51) dari Kota Subulussalam dengan tujuan Kota Medan.
Kecelakaan travel tersebut diduga karena sopir ngantuk hingga membawa mobil oleng ke kanan jalan hingga terjun ke jurang Lae Kombih.
Pascakejadian, mobil yang membawa enam penumpang itu terjun dan hilang diduga terseret arus Sungai Lae Kombih.
Hingga kini petugas masih melakukan upaya pencarian para korban lainnya
(mft/www.tribun-medan.com)