Breaking News:

Refleksi Akhir Tahun 2021 Forda UKM Sumut, Usaha Kecil Belum Kondusif

UKM kondusif ini akan dirasakan jika saat mengelola usaha, tidak ada rasa resah dan khawatir jika ada orang yang datang ke tempat usahanya.

Editor: Eti Wahyuni
Tribun Medan/HO
Forda UMK foto bersama di sela-sela acara Refleksi Akhir Tahun di Serdang Bedagai, Senin (13/12/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, SERGAI - Di tengah maraknya pembinaan, UKM mendapatkan banyak ide dan gagasan pengembangan usaha. Namun saat pengembangan usaha dimulai, masih saja ada aksi 'membinasakan' UKM melalui sweeping oleh oknum aparat.

Forda UKM mencatat sepanjang tahun 2021, setidaknya ada 25 surat panggilan permintaan keterangan yang dilayangkan aparat Kepolisian Resort Sergai dan Polda Sumut kepada pelaku UKM. Hal ini sangat meresahkan para pelaku usaha, terlebih di tengah pandemi Covid-19, dimana pengusaha berupaya untuk bisa bangkit lagi.

Presidium Forda UKM Sumut, Lie Ho Peng menyebutkan, UKM kondusif ini akan dirasakan jika saat mengelola usaha, tidak ada rasa resah dan khawatir jika ada orang yang datang ke tempat usahanya.

"Maksudnya UKM kondusif ini, jika dibuka satu toko jika masih merasa takut berarti belum kondusif. Namun jika datang orang, tidak ada rasa takut, itu baru namanya kondusif," ujarnya dalam refleksi akhir tahun 2021 bertema 'UKM kondusif Sumut bangkit' yang digelar di Pondok Permai, Serdang Bedagai, Senin (13/12/2021).

Baca juga: Bidik Potensi Pasar B2B dan UKM, XL Axiata Business Solutions Perluas Layanan

Namun, faktanya sampai saat ini tidak sedikit pelaku UKM yang resah, ketika ada oknum pajak, oknum preman, oknum polisi atau oknum berseragam TNI yang datang ke tempat usahanya. Dengan keresahan ini, akan sulit bagi UKM untuk bisa bangkit, terlebih pasca paparan Covid-19.

Forda UKM sambungnya, yang fokus memberikan advokasi. Dengan wadah ini, UKM bisa melakukan advokasi mandiri. "Dengan advokasi mandiri, itu sebetulnya bisa selesai. Oknum nakal tidak akan berani macam-macam. Istilah sekarang, dia sudah vaksin. Kalau masuk Forda UKM, berarti dia sudah vaksin," ujarnya.

Ia mencontohkan, saat ada tempat usaha yang didatangi lima orang oknum polisi beberapa waktu lalu. "Dia ketakutan telepon saya. Saya bilang, kamu anggota Forda UKM. Tunjukkan kalau kamu anggota Forda, periksa dia, surat tugasnya mana, apa tujuan datang kemari. Sebentar aja mereka pergi. Kalau oknum nakal pasti pergi kalau begitu. Jadi maksud dari Forda UKM itu, salah satunya adalah itu," ujarnya .

Sementara Ketua Forda UKM Sumut, Sri Wahyuni Nukman menyebutkan kondisi pandemi Covid-19 ini banyak yang tidak normal, UKM mulai diperhatikan dan banyak pembinaan dari sejumlah lembaga pemerintah serta swasta. Tapi, oknum aparat kepolisian seakan mau membinasakan pelaku UKM yang sedang terjepit mempertahankan usaha dan pekerjaannya.

“Kami sangat bermohon kepada Kapolda Sumut untuk memperhatikan pelaku UKM yang sedang bertarung mempertahankan usaha dan pekerjanya agar tak ada Pemberhentian Hubungan Kerja (PHK). Kami berharap Kapolda Sumut juga satu suara dengan kami, stop sweeping terhadap pelaku UKM,” katanya di sela-sela refleksi akhir tahun 2021 yang dihadiri pengurus Forda UKM Sergai dan puluhan pelaku usaha di Serdang Bedagai dan Deli Serdang.

Selain itu, Forda UKM juga meminta kepolisian di resort kabupaten/kota Se-Sumut agar memberikan perlindungan khusus kepada para pelaku UKM. Karena selain ada oknum aparat yang ‘sering’ melakukan sweeping, ada juga proposal atau kwitansi bulanan yang dikirimkan Organisasi Kepemudaan dan Organisasi Kemasyarakatan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved