Breaking News:

Bank Indonesia Akan Sebar Uang Pecahan Sebesar Rp 2,24 Triliun ke 8 Wilayah di Sumut saat Nataru

Bank Indonesia (BI) mengaku akan menyebar uang pecahan sebesar Rp 2,24 triliun untuk natal dan tahun baru 2022

Penulis: Alija Magribi | Editor: Array A Argus
dok
Pegawai BNI menghitung uang yang disetor nasabah 

TRIBUN-MEDAN.COM,SIANTAR- Kantor Perwakilan (KPw) Bank  Indonesia berencana mendistribusikan uang pecahan sebesar Rp 2,24 triliun pada momen Natal 25 Desember 2021 dan Tahun Baru 2022.

Distribusi uang ini akan disebar di wilayah kerja KPw BI Siantar di 8 Kabupaten/Kota di Sumatera Utara.

Kabupaten/kota tersebut antara lain; Siantar, Simalungun, Batubara, Tanjungbalai, Asahan, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara dan Labuhanbatu Selatan.

Boby Christian Manik, Staf Unit Pengelolaan Uang Rupiah - Operasional Kas KPw BI Siantar mengatakan, dari Rp 2,24 triliun uang yang disediakan; sebesar Rp 2.15 triliun merupakan pecahan besar, dan Rp 90 miliar uang pecahan kecil.

Baca juga: Kebutuhan Bandwidth Meningkat Jelang Natal dan Tahun Baru, Telkom Buat Posko Penjaga Koneksi

"Uang ini disediakan BI untuk penarikan di bank, penukaran uang baru, dan kas titipan di Rantauprapat, Labuhanbatu," ujar Boby, Rabu (15/12/2021) siang.

Layanan penukaran uang rusak ke uang baru ini sudah dilaksanakan pada 9 Desember 2021.

Masyarakat dapat melakukan pemesanan penukaran uang rusak/cacat melalui aplikasi penukaran dan tarik tunai rupiah https://pintar.bi.go.id.

"Ada 12 Bank Pemerintah dan swasta yang akan melayani penukaran uang di Siantar dan daerah lainnya," kata Boby.

Kepala KPw BI Pematangsiantar Teuku Munandar menambahkan, pada momen Natal dan Tahun Baru 2022 ini, harga dan ketersediaan bahan pokok masih tergolong aman. Adapun kenaikan harga adalah minyak goteng.

Baca juga: Curiga Lihat Pohon Natal Pindah Sendiri, Wanita Ini Syok Rumahnya Ternyata Dihuni Orang Lain

"Minyak goreng ada, tapi harga mengalami kenaikan dan ini harus kita pantau. Memang pada momen seperti ini yang harus dikonsern oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yaitu stok pangan," ujar Munandar pada pertemuan media briefing.

Pada momen hari besar seperti ini, kata Munandar, aktivitas jual beli masyarakat bakal mengalami peningkatan.

Apalagi saat ini ekonomi mulai menggeliat setelah keberhasilan pemerintah menangani Covid-19 dengan vaksin, disiplin protokol kesehatan, dan sebagainya.

"Banyak yang pesta, belanja dan kerabat yang di luar kota pulang. Nah Pemerintah juga mesti menjaga ekspektasi masyarakat dengan sidak dan sebagainya memastikan ketersediaan pangan," kata Munandar.

Munandar menyampaikan, peran TPID yang dibantu media penting  untuk menginformasikan kepada masyarakat segala perkembangan tentang kebutuhan pokok 

"Sehingga tidak ada panic buying di kalangan masyarakat. Tidak ada masyarakat yang panik menyimpan stok di rumah," jelasnya.(alj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved