Pembangunan Jembatan Sicanang Senilai Rp 19 Miliar Dimulai Awal 2022

Pemerintah Kota Medan kembali menunda pembangunan jembatan Titi II Sicanang, Kelurahan Belawan Sicanang Kecamatan Medan Belawan.

TRIBUN MEDAN/RECHTIN HANI RITONGA
Kondisi jembatan Titi Dua Sicanang saat dilewati pengendara, Rabu (15/12/2021). Proyek pembangunan Jembatan Titi II Sicanang, Kelurahan Belawan Sicanang, Kecamatan Medan Belawan tak kunjung rampung.(TRIBUN MEDAN/RECHTIN HANI RITONGA) 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pemerintah Kota Medan kembali menunda pembangunan jembatan Titi II Sicanang, Kelurahan Belawan Sicanang Kecamatan Medan Belawan.

Sebelumnya, jembatan yang merupakan akses vital masyarakat tersebut ditargetkan selesai pada akhir 2021. Namun, anggaran pembangunan Jembatan Sicanang dialihkan ke tahun 2022.

Plt Kepala Dinas PU Kota Medan, Ferri Ichsan menuturkan pengerjaan proyek jembatan Sicanang dimulai awal tahun 2022.

Sementara untuk proses lelang, terang Ferri, akan dilakukan pada akhir tahun 2021.

"Untuk pembangunan Jembatan Titi Dua Sicanang, rencananya akan dilelangkan pada akhir tahun 2021, sehingga ditargetkan bisa mulai dilaksanakan pada awal tahun 2022," ujar Ferri, Rabu (15/12/2021).

Ferri mengatakan anggaran untuk pembangunan Jembatan Titi II Sicanang adalah sebesar Rp 19 miliar.

"Pembangunan Titi Dua Sicanang akan didanai melalui sumber dana APBD Kota Medan T.A. 2022 dengan kebutuhan biaya sebesar kurang lebih 19 miliar," ucapnya.

Saat ini, Ferri mengatakan pihaknya tengah melakukan finalisasi perencanaan sebelum melakukan proses lelang.

"Saat ini sedang proses finalisasi perencanaannya, dan meminta Kabid Jalan untuk menyelesaikan semua dokumennya perencanaannya dan mudah-mudahan akhir minggu ini bisa kita ajukan ke bagian pengadaan," tuturnya.

Proyek pembangunan Jembatan Titi II Sicanang, Kelurahan Belawan Sicanang, Kecamatan Medan Belawan tak kunjung rampung.

Proyek pembangunan yang direncanakan sejak tahun 2018 ini hingga kini tak juga diselesaikan oleh Pemerintah Kota Medan.

Saat ini, warga sekitar masih melewati jembatan darurat yang masih seadanya, di mana kondisi jembatan darurat ini juga sudah mulai berkarat dan lapuk.

Meski begitu, kendaraan tetap ramai hilir mudik di kawasan Jembatan Sicanang. Pasalnya, jembatan ini digunakan untuk akses ke banyak lokasi di Kecamatan Medan Belawan. Jembatan ini juga termasuk akses perekonomian masyarakat di Sicanang.

Seorang warga sekitar, Wati mengatakan pembangunan jembatan sempat dilakukan pada akhir 2020 lalu.

"Kemarin sempat ada pembangunan di jembatan itu, belum lama, sekitar tahun lalu kayaknya. Tapi kalau sekarang belum ada dibangun dari kemarin itu. Gitu-gitu ajalah," ujarnya kepada tribun-medan.com, Rabu (15/12/2021).

Wati menuturkan, jika mobil dengan muatan besar masih akan sulit melewati jembatan dikarenakan kondisinya yang sudah mulai tidak kokoh.

"Kalau mobil berukuran sedang yang biasa itu bisa. Tapi kalau mobil besar enggak bisa soalnya enggak bisa nampung jembatannya," katanya. (cr14/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved