'Bahtera Nuh' Milik Elon Musk Bakal Bawa Manusia dan Hewan ke Planet Mars, Ilmuwan: Tidak Masuk Akal
CEO Space X, Elon Musk kembali membuat kontroversi di dunia teknologi antariksa. CEO perusahaan penerbangan antariksa ini memiliki mimpi membangun 'ba
TRIBUN-MEDAN.com - CEO Space X, Elon Musk kembali membuat kontroversi di dunia teknologi antariksa. CEO perusahaan penerbangan antariksa ini memiliki mimpi membangun 'bahtera Nuh' menuju Mars.
Elon Musk menamai kapal penerbangan menuju Planet Mars itu yakni 'Bahtera Nuh futuristik'.
Ide ini merupakan paling tidak masuk akal, karena kondisi Mars yang tidak sama dengan Bumi.
Apalagi, oksigen yang tipis tidak memungkinkan manusia dan hewan tinggal di sana.
Namun, Elon Musk mengungkapkan sudah merancang armada itu.

Ia juga berniat membawa sejumlah manusia, hewan, dan tumbuhan.
Ini bakal jadi perjalanan besar untuk fase eksplorasi antariksa berikutnya setelah Starship milik SpaceX mendarat di Mars dalam lima tahun ke depan.
"Hal besar berikutnya adalah membangun kota mandiri di Mars dan membawa hewan dan makhluk Bumi ke sana," ungkap Elon Musk dikutip Daily Mail, Jumat (17/12/2021).
"Semacam Bahtera Nuh futuristik. Kamu akan membawa lebih dari dua, meskipun ini menjadi agak aneh jika hanya ada dua".
Pria 50 tahun itu telah sejak lama mengungkapkan bisa membantu manusia berpindah ke Mars.
Elon Musk berencana pindah ke Mars karena melihat kondisi Bumi yang sedang tidak baik-baik saja.
Menurutnya, sumber daya Bumi semakin berkurang dan buruknya perubahan iklim (perubahan iklim)
Dia punya visi memiliki kehidupan tidak hanya ada di satu planet, alias multi-planet.
Serta memungkinkan umat manusia jadi peradaban luar angkasa.
Namun mimpi besar Musk ditanggapi skeptis oleh para ahli.
Mereka menunjukkan tantangan besar untuk memelihara hewan di planet tanpa keberadaan oksigen.
Bahkan ada yang mengatakan rencana Musk kemungkinan baru berhasil ratusan tahun lagi.
• KISAH PILU Seorang Astronot Jatuh dari Luar Angkasa ke Bumi, Akibat Sistem Parasut Kacau
• Empat Astronaut NASA Mendarat Aman Setelah 6 Bulan Jalani Misi Ilmiah di Stasiun Luar Angkasa
Ilmuwan asal Los Alamos di New Mexico, Roger Wiens mengatakan ide Musk adalah brilian.
Namun itu hanya berlaku untuk menumbuhkan tanaman.

"Mars, dengan atmosfer Co2 (karbon dioksida) mungkin tempat yang bagus untuk menumbuhkan tanaman jika tetap hangat dan disiram. Namun bisa jadi tempat yang buruk untuk hewan yang membutuhkan oksigen untuk bernafas," kata Wiens.
Dia mengatakan hewan berbeda dengan manusia yang cukup pintar untuk menggunakan sistem pernapasan oksigen.
Ada kemungkinan rencana Musk itu berakhir dengan banyak hewan yang mati.
Jonathan McDowell, astrofisikawan di Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics, sama skeptisnya dengan Wiens.
Menurutnya butuh waktu ratusan tahun hingga manusia bisa memelihara hewan di Mars.
"Jika suatu hari membangun peradaban manusia di Mars yang mandiri, maka kita harus melakukan Bahtera Nuh pada tingkat tertentu. Apakah Musk hampir melakukan ini? Tidak sama sekali," jelasnya.
• ROKET SPACEX Meledak Saat Gagal Mendarat, Rencana Mau Diterbangkan ke Mars
• Potret SpaceX Meluncurkan Astronot NASA ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS)
(*/tribun-medan.com)
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari tribun-medan.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tribun Medan Update", caranya klik link https://t.me/tribunmedanupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Sumber: CNBC