Peringati Hari Disabilitas, INTI Berharap Semakin Banyak yang Pulih Jiwa dan Sehat Jasmaninya

Dalam rangka perayaan Hari Disabilitas Nasional dan perayaan Natal Bersama di Yayasan Pemulihan Kasih Bangsa,

Dok. INTI Sumut
Keluarga Besar Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI), Paramita Foundation dan Masyarakat membantu Keperluan Vitamin/Supplemen, Obat-obatan dan Sembako kepada Yayasan Pemulihan Kasih Bangsa (YPKB) 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Dalam rangka perayaan Hari Disabilitas Nasional dan perayaan Natal Bersama di Yayasan Pemulihan Kasih Bangsa, Keluarga Besar Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI), Paramita Foundation dan Masyarakat membantu Keperluan Vitamin/Supplemen, Obat-obatan dan Sembako kepada Yayasan Pemulihan Kasih Bangsa (YPKB), Rumah Penampungan & Pemulihan Gangguan Jiwa di Nagori Bosar, Panombean Panei, Kabupaten Simalungun.

Kedatangan rombongan disambut oleh Pendeta bersama pengurus dan sosial worker serta para pasien yang sudah pulih. Pendeta Yakub Ciok Ciang Guan selaku ketua koordinator YPKB menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih atas kepedulian teman teman INTI yang berkunjung ke YPKB, beliau menceritakan awal terbentuknya yayasan ini karena mengikuti panggilan hati dan suara Tuhan Yesus yang menyuruhnya ke Siantar.

Pendeta Yakub Ciok Ciang Guan berasal dari Semarang, seorang pedagang yang rela meninggalkan bisnisnya sampai pada awalnya dia dikeluarkan dari keluarganya sendiri karena panggilan ini. YPKB berdiri pada tahun 2006, dengan tujuan memanusiakan manusia supaya bisa berharga dan sempurna lagi. YPKB keliling kota Siantar untuk mengumpulkan para gangguan jiwa dari jalanan dan saat ini juga melayani pasien narkoba.

Perjalanan YPKB ini bukan tanpa cobaan. Pada awal berdirinya, Pendeta Yakub dan pasien gangguan jiwa sempat hanya makan ubi selama 6 bulan tanpa nasi, serta anak -anak Pendeta Yakub sempat putus sekolah. Namun bila Tuhan turut campur, maka satu per satu jalan pasti dibukakan. Saat ini YPKB membina pasien gangguan jiwa sebanyak 150 orang, dan pasien narkoba sebanyak 10 orang. YPKB juga telah menyembuhkan 1.700 pasien yang saat ini sudah kembali ke keluarga mereka masing-masing. Sejak 2016, YPKB juga telah membentangkan sayap ke Nias, dan telah memulihkan 420 orang pasien gangguan jiwa. YPKB juga memiliki cabang di Lubuk Pakam yang juga telah menyembuhkan 55 orang pasien.

Tomi Wistan, Sekretaris INTI Sumut yang didampingi Janice Wakil Ketua PINTI Sumut,  Tjonggah Ika Pelaksana Ketua INTI Pematang Siantar, Fenny Goh Pelaksana Ketua Pinti Medan dan Lintong Tokoh Masyarakat Tionghoa P.Siantar menyampaikan bahwa Keluarga Besar Perhimpunan Indonesia Tionghoa Sumatera Utara hadir di YPKB sebagai Organisasi Kebangsaan dalam menyambut Hari Disabilitas sekalian sebagai rentetan kegiatan sosial kemasyarakatan dalam menyambut Hari Natal dan Tahun Baru. Teman-teman INTI hanya sebagai penyambung titipan para donatur dan dermawan yang luar biasa, untuk disampaikan dan diberikan kepada orang-orang yang memiliki gangguan jiwa dan narkoba di Siantar.

"Kami berharap setelah dirawat di YPKB ini semakin banyak yang Pulih dari Jiwanya dan Sehat Jasmaninya, sehingga mereka bisa berbaur kembali di masyarakat dan keluarga," kata Tomi.

Fenny Goh sebagai koordinator bersama dengan Fenny Phei dan Silvi, yang menggalang dana dari para donatur dan dermawan ini menyerahkan 15 bungkus Beras @15 kg, 600 butir Telur Ayam, Pasta Gigi, Sabun Mandi, Pembalut wanita, 30 kotak Mie Instant, Roti 200 biji, 7 kotak @ 12 bungkus Kecap Manis, 10 kotak Biskuit, Garam Masak, obat-obatan dari Paramita Foundation, bihun, roti dan Pempek Sriwijaya dan didukung oleh Inti Siantar membantu beberapa jenis makanan.

Terakhir pesan dari Pendeta Yakub berharap agar teman-teman INTI dan masyarakat, menaruh perhatian dan kepedulian kepada orang-orang yang memiliki gangguan jiwa supaya mereka tidak merasa tersingkirkan. Kalau bukan kita yang membantu, siapa lagi.

Masyarakat boleh memberi informasi orang-orang yang memiliki gangguan jiwa kepada yayasan dan jangan ragu untuk percaya bahwa para gangguan jiwa bisa ditolong dan bisa sembuh.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved