Breaking News:

Gula Aren Ponpes Al Hidayah Lari Manis, Jadi Andalan untuk Operasional Pesantren

Pondok Pesantren Al-Hidayah berdikari dengan hasil tani, terutama gula aren.

Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/HANDOVER
Pekerja memanen aren dari pohon di Pondok Pesantren Al-Hidayah, Desa Sei Mencirim, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang. Aren merupakan produksi andalan pondek pesantren binaan BNPT ini untuk membiayai operasional. 

TRIBUN-MEDAN.com, DELISERDANG  - Pondok Pesantren Al-Hidayah, Desa Sei Mencirim, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, berdikari dengan hasil tani, terutama gula aren.

Pondok Pesantren Al-Hidayah ini adalah pusat pendidikan untuk anak-anak mantan narapidana teroris dan anak-anak keluarga prasejahtera, dhu’afa, dan yatim piatu.

Para santri yang belajar di pesantren ini pun tidak dipungut biaya alias gratis. Sehingga siapa saja bisa menyekolahkan anaknya ke Pesantren Al-Hidayah.

Padahal Pondok Pesantren di Indonesia selama ini dikenal berbiaya “mahal”, uang masuknya saja berkisar antara Rp 5 juta-Rp 10 juta bahkan ada pesantren yang memasang tarif sampai Rp 15 juta-Rp20 juta.

Pesantren Al-Hidayah ini didirikan oleh mantan narapidana teroris, Khairul Ghazali, yang pernah terlibat dalam berbagai peristiwa teror di Indonesia.

Pesantren yang didirikan tahun 2016 ini menjadi contoh dan rujukan dalam pencegahan radikalisme dan terorisme, yang didukung oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Ustadz Khairul menjelaskan, ini bukan berarti Pesantren Al-Hidayah ini dibiayai oleh negara.

“Negara sama tidak membantu pembiayaan pesantren ini baik logistik, gaji guru maupun pembiayaan yang lainnya. Hanya negara melalui PTPN 2 memberi pinjam pakai lahan seluas 2.5 ha untuk lahan pertanian,” ujarnya, Sabtu (18/12/2021).

Untuk mencukupi kebutuhan logistik harian para santri dan santriwatinya, pesantren ini mengandalkan dari hasil pertanian seperti ubi kayu, daun ubi, sayur-sayuran, dan cabai. Produksi yang paling diandalkan adalah pohon aren. Sehingga pesantren ini dikenal sebagai sentra pembuatan gula aren alami.

Ia mengatakan, sebagian besar pemenuhan kebutuhan santri mengandalkan produksi gula aren untuk mendapatkan penghasilan dan membiayai logistik atau sembako. Mengolah air nira menjadi gula aren murni menjadi andalan selama pandemi corona.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved