Breaking News:

Pengusaha di Sumut Senang Restrukturisasi Kredit Diperpanjang

Perpanjangan restrukturisasi kredit hingga Maret 2023 ternyata turut disambut baik oleh para pelaku usaha yang sempat terdampak Covid-19.

Penulis: Kartika Sari | Editor: Royandi Hutasoit
Tribun Medan/Nanda F Batubara
Ketua APINDO Sumut, Parlindungan Purba 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Perpanjangan restrukturisasi kredit hingga Maret 2023 ternyata turut disambut baik oleh para pelaku usaha yang sempat terdampak Covid-19.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Sumut Parlindungan Purba turut mendukung perpanjangan ini lantaran akan memberikan kesempatan bagi pengusaha untuk kembali berbenah.

"Kita berikan apresiasi karena perpanjangan kredit ini semata-mata diakibatkan karena pandemi Covid-19. Keputusan ini sangat tepat apalagi dibarengi dengan mempermudah perizinan bagi usaha yang baru karena ini memberikan iklim yang kondusif bagi perputaran uang di Sumut," ungkap Parlindungan, Sabtu (18/12/2021).

Dijelaskan Parlindungan, jika pada masa sebelum adanya restrukturisasi ini, para pelaku usaha cukup kesulitan lantaran sulit membayar kredit.

"Dulu gak ada bisnis tapi harus bayar bunga bank. Nah itu kan kesulitan. Beberapa lama kemudian baru ada kebijakan. Jadi terpaksa pengusaha mau jual aset tapi tak laku. Jadi gak bisa apa-apa. Mau disita bank juga tak laku jadi lebih bagus diperpanjang, tentu perusahaan yang prospeknya ada dan etikanya baik. Dengan dengan adanya perpanjangan kredit ini biaya notaris dipermurah," ujarnya.

Dijelaskan Ketua Indonesia-Japan Business Network (IJB-Net) Sumut ini, perpanjangan restrukturisasi kredit hingga Maret 2023 akan menjadi waktu yang tepat bagi pengusaha untuk membangkitkan kembali perekonomian pada tahun 2022.

"Perpanjangan kredit ini sangat membantu dunia usaha. Selama ini kan hampir terhenti karena pandemi. Mudah-mudahan 2022 ini sudah mulai berangsur normal sehingga ketika sudah tahun 2023, pada ekonomi sudah baik, perpanjangan kredit sudah bisa distop," ujarnya.

Dijelaskan Parlindungan, kondisi perekonomian pada penghujung tahun 2021 ini masih mengalami perlambatan lantaran perlu waktu berbenah jika melihat dari sektor bisnisnya.

"Penghujung tahun ini masih ada perlambatan karena dunia usaha ini tidak cepat bergeraknya. Ada yang perlu waktu pemulihan dua hingga tiga tahun dan tergantung bisnisnya apa. Inikan termasuk supply chain, perlu waktu untuk stok barang, pemesanan dan lainnya," tutur Parlindungan.

Adapun sektor usaha yang mengalami pertumbuhan signifikan pada masa pandemi yakni sektor telekomunikasi dan perkebunan.

Sedangkan sektor yang masih landai perkembangannya yaitu sektor manufaktur seperti konstruksi. "Kalau dibanding tahun lalu, kita dapat 2-4 persen saja sudah bagus," ujarnya.

Kedepannya, Parlindungan berharap agar perekonomian dapat cepat pulih dan sektor usaha semakin bergerak maju, agar saat masa akhir restrukturisasi kredit tahun 2023 mendatang, para pengusaha dapat menjalankan dengan baik walau tak ada lagi perpanjangan.

"Saya berharap akan normal kembali. jangankan tumbuh, normal saja sudah bagus dan ini akan menciptakan lapangan pekerjaan. Apalagi saat ini kita sudah menggunakan tren produk dalam negeri dengan menjadi mandiri," pungkasnya.

(cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved