Breaking News:

Tim Dosen USU Lakukan Pengabdian Masyarakat kepada Pelaku Usaha Kuliner di Medan

Tim dosen Universitas Sumatera Utara (USU) di bawah Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) melakukan program pengabdian masyarakat kepada pelaku u

Penulis: Truly Okto Hasudungan Purba | Editor: Ismail
Tribun Medan/HO
TIM dosen Universitas Sumatera Utara (USU) di bawah Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) melakukan pengabdian masyarakat kepada pelaku usaha kuliner Bakso Frozen di Medan, Kamis (25/11/2021). 

Tribun-Medan.com, Medan - Tim dosen Universitas Sumatera Utara (USU) di bawah Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) melakukan program pengabdian masyarakat kepada pelaku usaha kuliner Bakso Frozen di Medan, Kamis (25/11/2021). Tim ini terdiri dari Beby Kendida Hasibuan, S.E., M.Si sebagai Ketua Tim Pengabdian. Kemudian Prof. Dr. Prihatin Lumbanraja, S.E., M.Si dan Prof. Dr. Arlina Nurbaity Lubis, S.E., MBA sebagai anggota.

Beby Kendida mengatakan, pengabdian yang merupakan skim Dosen Wajib Mengabdi ini berjudul “Optimisasi Usaha Kuliner Online Bakso Frozen Dalam Menyikapi Pandemi Covid-19”.

Dikatakan Beby, pengabdian ini dilakukan dengan dilatarbelakangi kondisi pandemi Covid-19 yang menyebabkan banyaknya tenaga kerja yang mengalami PHK dan berimbas pada penurunan pendapatan. Untuk mengatasi masalah tersebut mereka mulai melakukan usaha rumahan. Namun, usaha rumahan ini masih kalah dalam bersaing dengan usaha skala besar.

“Hal tersebut yang melatarbelakangi kami melaksanakan pengabdian ini, dengan tujuan meningkatkan pendapatan masyarakat,” kata Beby.

Kegiatan ini dilaksanakan di kediaman mitra yakni Dika Trisna Wulansari yang beralamat di Jl. Bunga Wijaya Kesuma Gang Bunga Wijaya XXVI No. 2 Medan. Dika sehari-hari merupakan pelaku usaha Bakso Frozen.

Pada kegiatan ini, tim memberikan pelatihan bagaimana melakukan proses produksi yang baik dan menganjurkan mitra untuk membuat diversifikasi produk misalnya membuat varian baru dari bakso. Selain itu, tim juga menyarankan menjual bakso serta pelengkap seperti kuah dan cabai terpisah sehingga konsumen mudah untuk mengonsumsinya. Mitra juga dibimbing untuk menjaga stok produk secara berkesinambungan.

“Tim juga mendampingi dalam hal proses pemasaran yang tepat. Khususnya untuk UMKM maka proses pemasaran yang tepat adalah digital marketing dengan memanfaatkan media sosial yang ada. Selain itu juga dilatih dalam membuat perhitungan harga pokok penjualan dan menghitung break event point,” katanya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved