Breaking News:

Banjir Hebat Melanda Madina

Tokoh Masyarakat Sebut Ada Defortasi Sawit dan Tambang Emas Ilegal Diduga Pemicu Banjir Madina

Banjir besar yang melanda 16 kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) diduga akibat defortasi perkebunan sawit dan tambang emas ilegal

Penulis: Goklas Wisely | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/HO
BANJIR MADINA - Beberapa orang warga telihat sedang dievakuasi menggunakan mobil dan perahu karet selepas banjir hebat melanda Madina. 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN - Penyebab banjir di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) ditengarai akibat adanya defortasi perkebunan sawit dan keberadaan tambang emas ilegal di sungai Batang Gadis.

Hal itu disampaikan Tokoh Masyarakat Madina, Agus Salam.

Agus mengatakan, dia baru saja kembali dari Kabupaten Madina, dan mendapati adanya perkebunan sawit yang disinyalir mengubah fingsi hutan. 

"Bisa diduga ini karena deforestasi yang dibuat perusahaan sawit itu, makanya banjir," kata mantan Ketua KPU Madina ini, Minggu (19/12/2021).

Baca juga: Tambang Emas Ilegal Ditengarai Pemicu Banjir Besar di Madina, 16 Kecamatan Tenggelam

Hilangnya fungsi hutan, dan maraknya perkebunan sawit patut diduga memicu bencana di Kabupaten Madina.

Selain itu, keberadaan tambang emas ilegal di sungai Batang Gadis juga disinyalir memperparah kondisi Kabupaten Madina.

Menurut Agus, memang kebanyakan tambang emas ilegal di Kabupaten Madina adalah milik masyarakat.

"Tapi mereka sudah pakai alat berat. Dan semua alat beratnya itu masuk ke sana (sungai Batang Gadis)," kata Agus.

Tak pelak, kondisi ini menyebabkan kerusakan lingkungan baik di hulu maupun di hilir sungai.

Baca juga: Satu Pleton Brimob Dikerahkan Bantu Korban Banjir di Madina

Sehingga, kata Agus, saat banjir terjadi, kawasan Pantai Barat paling terdampak.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved