Breaking News:

Banjir Madina, Jaringan Komunikasi Sulit setelah Listrik Padam Dua Hari

Banjir di Kabupaten Mandailing Natal berangsur surut, Senin (20/12/2021). Kedati demikian air masih menggenangi pemukiman.

Penulis: Anugrah Nasution | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/HO
Meski telah surut, banjir masih setinggi lutut orang dewasa di sejumlah lokasi di Madina, Senin (20/12/2021). 

TRIBUN.MEDAN.com, MEDAN - Banjir di Kabupaten Mandailing Natal berangsur surut, Senin (20/12/2021). Kedati demikian air masih menggenangi pemukiman.

Aliran listrik juga padam di beberapa daerah usai banjir yang menerjang 74 desa di 16 Kelurahan itu.

Selain itu, banjir menyebabkan beberapa jembatan penghubung antar Kecamatan terputus. Hal ini menyebabkan pasokan logistik ke titik titik banjir menjadi sulit dijangkau.

Rosidin, warga desa Bintungan Banjangkar, Kecamatan Sinunukan mengatakan, banjir masih memasuki rumah hingga hari ini.

Selain itu, banjir juga menyebabkan aliran listrik padam sejak dua hari.

"Air belum juga surut dan listrik masih padam selama dua hari terakhir," ujar Rosidin.

Pemadaman listrik membuat jaringan telekomunikasi di Kecamatan Sinunukan terganggu pasca banjir besar yang terjadi. 

"Sudah dua hari usai banjir payah jaringan karena mati listrik," ungkap Rosidin.

Sinunukan adalah Kecamatan yang masuk dalam kawasan pantai barat di Sumatera Utara. 

Pada daerah ini juga banjir menerjang cukup parah. Sejumlah akses penghubung disana juga terputus akibat longsor yang membuat jembatan penghubung antar desa dengan desa lainya tak bisa dilalui.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved