News Video

Beredar Video Penganiayaan Remaja Putri, Polisi dan Perangkat Desa Kewalahan Cari Lokasi

Tak hanya itu, untuk membuktikan kebenaran video yang beredar, perangkat desa dan Bhabinkamtibmas turut berkeliling mencari lokasi yang disebut mirip

Tayang:

Beredar Video Penganiayaan Remaja Putri, Polisi dan Perangkat Desa Kewalahan Cari Lokasi

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN-Beredar sebuah video amatir, di mana seorang remaja yang menggunakan hijab berwarna hitam dianiaya oleh kelompok remaja wanita.

Video tersebut beredar di Facebook dan grub-grub WhatsApp milik wartawan.

Tak hanya video, bahkan beredar bahan keterangan (baket) dari pihak kepolisian di mana juga terjadi kasus penganiyaan.

Dalam baket tersebut, pelapor Muhammad Susilo (48) membuat laporan ke Polsek Delitua dikarenakan anaknya menjadi korban penganiaya.

Namun setelah ditelusuri, ternyata video dan baket yang beredar tidaklah sama.

Ditemui di kediamannya, Muhammad Susilo mengatakan bahwa video yang beredar itu bukan lah anaknya yang menjadi korban.

"Saya tahu video itu, tapi di dalam video itu bukan anak saya.memang anak saya juga korban penganiaya, tapi beda pelaku dan lokasi juga beda," bebernya, Senin (20/12/2021).

Tak hanya itu, untuk membuktikan kebenaran video yang beredar, perangkat desa dan Bhabinkamtibmas turut berkeliling mencari lokasi yang disebut mirip dengan kuburan China di Delitua.

Namun setelah ditelusuri, video tersebut berbeda dengan lokasi kuburan China di kawasan Delitua.

Bhabinkamtibmas Desa Mekar Sari, Aiptu Junipan mengatakan bahwa pihaknya sudah menelusuri dan mencari informasi tentang video yang beredar itu.

"Kita sama-sama mencari, apakah korban yang di dalam video itu anak dari bapak Susilo, ternyata bukan. Dan untuk lokasi di Desa Mekar Sari tidak ada kuburan China. Maka bisa saya pastikan bahwa lokasi tersebut tidaklah di sini," katanya.

Hal senada juga dikatakan Kadus III, Desa Mekar Sari, Kecamatan Delitua, Rudiono yang ditemui Tribun Medan.

Ia mengatakan bahwa pihaknya sudah mencari lokasi dan rumah yang disebut korban penganiaya ternyata tidak sama.

"Video dan korban yang di baket itu berbeda. Sudah sama-sama tadi kita keliling, ternyata memang tidak ada," ungkapnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan sosial media.

"Ya kalau bermain sosial media, harus bijak. Jangan membuat kegaduhan di masyarakat. Sampai saat ini lokasi tidak sama dengan yang beredar. Penyebar video juga diimbau lebih berhati-hati, karena ada pasal yang menjerat itu," pungkasnya.

(mft/www.tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved