Breaking News:

Mafia Tanah

Mafia Tanah Berkedok Koperasi di Langkat, Kejati Sumut Sembunyikan Nama Pengelola

Penyidikan kasus perambahan hutan lindung Suaka Margasatwa di Karang Gading, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat masih buram

Penulis: Satia | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/GITA
Kasi Penkum Kejati Sumut Yos A Tarigan. (TRIBUN MEDAN/GITA) 

TRIBUN MEDAN.COM,LANGKAT - Penyelidikan kasus perambahan hutan lindung Suaka Margasatwa Karang Gading, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat belum membuahkan hasil yang signifikan.

Penyidik Kejati Sumut bahkan masih menyembunyikan nama koperasi dan pengelola koperasi yang disinyalir merupakan mafia tanah.

Kasi Penkum Kejati Sumut, Yos Arnold Tarigan mengatakan, mereka belum bisa membeberkan nama koperasi yang dijadikan alat mafia tanah untuk merambah hutan lindung

"Masih on progres terkait dengan hal ini," kata Yos Arnold Tarigan, Senin (20/12/2021).

Namun, sambung Yos, penyidik sudah memanggil pihak terkait.

Baca juga: LBH Medan Sebut Gubernur Edy Rahmayadi Rusak Citra Jokowi Berantas Mafia Tanah

Mereka yang dipanggil untuk dimintai keterangannya adalah Kepala Desa Tapak Kuda dan Kepala Desa Pematang Cengal. 

"Tim akan menyampaikan pada hal yang maksimal," katanya. 

Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) sempat menyelidiki kasus mafia tanah di Kabupaten Deliserdang, Sergai dan Langkat.

Dari tiga kabupaten itu, baru di Kabupaten Langkat yang kasusnya diusut.

Menurut penelurusan penyidik Kejati Sumut, kasus mafia tanah di Kabupaten Langkat ini ternyata berkedok koperasi.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved