Breaking News:

Wakil Bupati Langkat Ceritakan Kejayaan Tambang Minyak: 70 Persen APBN Pernah dari Sei Lepan

Kabupaten Langkat memperingati 138 tahun pertambangan minyak di Pangkalan Berandan, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat. 

Editor: jefrisusetio
Istimewa
Kabupaten Langkat memperingati 138 tahun pertambangan minyak di Pangkalan Berandan, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat.  

TRIBUN-MEDAN.COM, STABAT - Kabupaten Langkat memperingati 138 tahun pertambangan minyak di Pangkalan Berandan, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat. 

Wakil Bupati Langkat, Syah Afandin menceritakan sejarah Pertamina di Kabupaten Langkat. Bahkan, ia menyebutkan eksplorasi minyak pertama di Indonesia berasal dari Desa Telaga Said, Kecamatan Sei Lepan. 

"Di sini sebagai sumur produksi pertama Pertamina yang di bor pada 1883," ujarnya saat menyampaikan kata sambutan dalam acara tersebut. 

Selanjutnya, pengeboran minyak bumi dilakukan di Royal Dutch Company di Pangkalan Berandan pada 1885 dan kini sudah dibangun monumen Berandan Bumi Hangus. 

"Dari wilayah yang sederhana, mampu membiayai 70 persen APBN. Sehingga, bisa memberikan kontribusi yang besar bagi pembangunan Indonesia waktu itu," katanya. 

Selain itu, kata dia, Pertamina yang berada di Pangkalan Berandan maupun Pangkalan Susu harus biat menggiatkan usahanya. Dan, momentum hari tambang harus dijadikan sebagai catatan sejarah. 

Sedangkan, tokoh masyarakat Sumut Samsul Arifin menambahkan, banyak tokoh sejarah dari Pangkalan Berandan dan mendedikasikan waktunya. Seperti Ibnu Sutowo. 

"Acara ini sebagai bentuk penghargaan bagi mereka. Atas pengorbanan dan dedikasi mereka, hingga tambang minyak bisa terus produksi hingga saat ini," ujarnya. 

Minyak Sudah Kering

ahli waris dari Ibnu Sutowo, Punco Sutowo menyampaikan, minyak bumi sudah kering di Pangkalan Berandan, Langkat. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk berdoa agar minyak bumi kembali ada. 

"Butuhkan kejelian agar pertambangan minyak bisa bangkit kembali," katanya. 

Ia mengklaim, Ibnu Sutowo, ayahnya telah berjuang agar Pertamina bisa memberikan kontribusi oleh Indonesia lewat pertambangan di Langkat. 

"Mengambil minyak dari perut bumi dan dikirim keluar negeri dengan sistem bagi hasil," ungkapnya. 

Diketahui bersama Letnan Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. H Ibnu Sutowo merupakan tokoh masyarakat yang mengembangkan PN Permina. Perusahaan minyak negara yang kini bernama PT Pertamina.  

(*) 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved