Breaking News:

Banjir Besar di Madina

Edy Rahmayadi Tahu Ada Tambang Emas Ilegal Madina, Tapi tak Ditindak Hingga Disebut Pemicu Banjir

Gubernur Sumatra Utara, Edy Rahmayadi mengakui ada tambang emas ilegal dan perambahan hutan di Kabupaten Mandailing Natal

Penulis: Mustaqim Indra Jaya | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/NANDA F BATUBARA
Satu di antara beberapa lokasi tambang emas ilegal di aliran Sungai Batang Natal, Mandailing Natal Senin (14/1/2019 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN - Gubernur Sumatra Utara, Edy Rahmayadi mengakui ada tambang emas ilegal dan dugaan perambahan hutan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Keberadaan tambang emas ilegal dan dugaan perambahan hutan ini pula yang disebut memicu banjir besar dan longsor di wilayah tersebut.

Sayangnya, meski sudah tahu ada tambang emas ilegal, namun tak ada langkah kongkret dari pemerintah.

Langkah yang diambil masih sebatas wacana. 

Baca juga: BANJIR Madina Diduga akibat Adanya Tambang Ilegal, Polda Sumut akan Segera Selidiki

"Memang ada kegiatan-kegiatan ilegal, baik itu kegiatan tambang emas ilegal, juga tambang galian C yang juga ilegal. Juga ditemukan potongan-potongan kayu. Itu yang sedang dipelajari," kata Edy Rahmayadi, Senin (20/12/2021).

Edy Rahmayadi mengatakan, saat ini Kepala Dinas Kehutanan Sumut dan timnya sudah turun ke Kabupaten Madina.

"Saya perintahkan untuk mencari tahu posisi mana bekas potongan-potongan kayu di sana. Nanti kita tindak orang-orang yang melakukan kegiatan ilegal," katanya.

Terkait maraknya tambang emas ilegal, Pemprov Sumut berencana akan mengubah mata pencaharian warga.

Baca juga: Cegah Kendaraan Kena Banjir, Orang Malaysia Kini Jual Plastik Besar Untuk Bungkus Mobil, Tertarik?

Tujuannya agar masyarakat tak lagi bergantung kepada penambangan emas ilegal, yang justru berdampak buruk kepada kesehatan.

"Kalau ilegal yang khusus emas ini dalam proses. Karena kemarin terhambat dengan Covid-19, maka kita undur. Nanti kita ubah pencarian dari tambang emas ilegal menjadi pertanian, perternakan, perkebunan.

Karena mereka sudah lakukan itu bertahun-tahun. Pastinya itu sangat salah dan sangat merugikan mereka sendiri. Karena ada kandungan merkuri," pungkasnya.(ind/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved