Breaking News:

Jalankan Instruksi Edy Rahmayadi, Pemkab Langkat Serius Genjot Pertumbuhan Ekonomi

Pemerintah Kabupaten Langkat akan menindaklanjuti instruksi Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi perihal menggenjot pertumbuhan ekonomi. 

Editor: jefrisusetio
Istimewa
Pemerintah Kabupaten Langkat akan menindaklanjuti instruksi Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi perihal menggenjot pertumbuhan ekonomi.  

TRIBUN-MEDAN.COM, STABAT- Pemerintah Kabupaten Langkat akan menindaklanjuti instruksi Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi perihal menggenjot pertumbuhan ekonomi. Hal ini disampaikan, Wakil Bupati Langkat, Syah Afandin

"Pemkab Langkat terus mendukung pemprovsu maupun pemerintah pusat untuk meningkat ekonomi,” kata Wakil Bupati Langkat H Syah Afandin mewakili Bupati Langkat Terbit Rencana PA saat menghadiri acara Penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) tahun 2022 dari APBN dengan tema Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Kota Medan. 

Ia menyampaikan, visi dan misi Pemkab Langkat untuk kesejahteraan masyarkaat melalui potensi wisata. Saat ini, Pemkab Langkat sedang berkolaborasi dengan Pemprov Sumut untuk pengelolaan wisata di Tangkahan dan Bukit Lawang

“Semoga rencana ini segera terealisasi, agar ekonomi kerakyatan bangkit dan tumbuh," ujarnya.

Diketahui Langkat menerima dari APBN sebesar Rp 1.942.198.268. Terdiri dari DIPA Rp1.726.056.597 dan TKDD Rp216.141.671.

Acara ini dipimpin Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) H Edy Rahmayadi. Turut hadir di antaranya Plt Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Sumut Kementerian Keuangan, Syafriadi, para kepala daerah se-Sumut, serta perwakilan instansi vertikal Pemerintah Pusat penerima dokumen.

Sedangkan, Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi mengatakan, upaya menggenjot laju pertumbuhan ekonomi harus dilakukan setiap kabupaten/kota. Seperti melakukan pembinaan terhadap UMKM. 

Kemudian, mengelola secara maksimal sumber daya perekonomian yang potensial di daerah masing-masing. Seperti pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan hingga pariwisata.

“Namanya ada dana tahun jamak yang didahulukan dan dikerjakan di 2022. Nanti kita bayar secara bertahap menggunakan APBD kita. Ini cukup panjang, karena biasanya kita hanya bisa 30 km setiap tahun dari total jalan provinsi 3.000 km," katanya. 

Ia menyampaikan, pada 2021 harus dijadikan bahan reflesi dalam upaya perbaikan pada era 2022. Apalagi, ada proyeksi makro yang harus dicapai sebagai target bersama. Seperti, pertumbuhan ekonomi dan indeks pembangunan manusia (IPM). 

Dia bilang menurunnya presentasi kemiskinan serta pengurangan angka penangguran, pengendalian inflasi serta peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. 

"Misalnya saja penanganan gizi buruk dan stunting harus dikelola secara bersama. Kita mau Sumut ini menjadi yang terbaik, sebagai ‘bamper’ wilayah Barat Indonesia. Jadi ini setiap bulannya kita kaji satu per satu. Termasuk capaian vaksinasi Covid-19 yang sekarang sudah mencapai 68 persen. Untuk (kabupaten/kota) yang belum (maksimal), nanti vaksinnya kita arahkan ke sana sehingga di akhir tahun terkejar 70 persen," ujarnya. 

(*) 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved