Breaking News:

Dua Tahun Sekolah Ditimpa Longsor, Pemkab Toba Belum Lakukan Perbaikan

Tapi pihaknya telah mendatangi lokasi tersebut. Dan pihaknya akan segera mengerjakan kerusakan tersebut.

TRIBUN MEDAN/MAURITS PARDOSI
RUANG kelas SD Negeri 173531 di Desa Meat, Kecamatan Tempahan, Kabupaten Toba yang ditimpa longsor, Rabu (22/12/2021).(TRIBUN MEDAN/MAURITS PARDOSI) 

TRIBUN-MEDAN.com, TOBA - Dua tahun sudah Sekolah Dasar Negeri 173531 di Desa Meat, Kecamatan Tampahan ditimpa longsor. Kelas berada di dekat dinding tebing yang mengandung bebatuan. Bila hujan deras datang, longsor bakal terjadi kembali.

Setelah terkena longsoran tanah pada tahun lalu, sekolah tersebut ditimpa longsor kembali pada Jumat (17/12/2021). Hingga saat ini, sekolah tersebut belum diperbaiki Pemkab Toba.

“Ini sudah tahunan. Ada tiga ruang kelas yang tertimpa longsoran. Dari tahun lalu belum ada dikerjakan oleh Pemkab Toba. Namun, kita sudah koordinasikan dengan Pemkab Toba. Sudah disurati,” ujar Kepala Desa Meat Janri Simanjuntak saat dikonfirmasi Tribun Medan pada Rabu (22/12/2021).

Pascalongsor, pihaknya langsung berkoordinasi dengan sekolah agar menghentikan aktivitas pendidikan di sekolah tersebut. “Gara-gara longsor itu, kita berikan peringatan kepada kepala sekolah agar menghentikan aktivitas menggunakan ruangan. Sementara ini, mereka diliburkan, semuanya diliburkan,” sambungnya.

Ia takut akan terjadi longsor bila hujan deras terjadi. Apalagi, pada bulan Desember ini, hujan deras kerap terjadi. Inilah ketakutan orang tua murid.

“Kalau datang hujan akan terjadi juga longsor. Kita sudah sampaikan bahwa lokasi sekolah itu tidak layak untuk kawasan pendidikan karena kontur tanah yang tidak bagus, rentan longsor. Yang pasti, kita tidak yakin menggunakan fasilitas sekolah,” terangnya.

“Lokasi itu memang rawan longsor. Sehingga, anak-anak diliburkan lantaran sudah selesai ujian juga. Kejadian yang terakhir itu pada tanggal 17 Desember. Lokasi itu memang enggak cocok, namun cuman itulah lokasi kita yang ada,” sambungnya.

Dikatakannya, pihaknya sudah melihat alat berat sudah diturunkan, namun belum beroperasi. Harapannya, ruang kelas bagi para pelajar segera diperbaiki.

“Sudah diturunkan juga alat berat, namun saya bilang untuk apa diturunkan alat berat kalau ruang kelas tidak diperbaiki. Kalau jumlah murid kita kan ada sekitar 112 orang,” pungkasnya. 

 

Baca juga: Sekda Toba Audi Murphy Sitorus Belum Ikut Asesmen Pejabat, Ini Kebijakan Pansel!

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved