Breaking News:

Dugaan Pemalsuan Tandatangan, Anggota DPRD Laporkan Kejari Tanjungbalai

Kepada Tribun Medan, Daman mengaku pemalsuan tanda tangan tersebut pada surat acara sumpah pemeriksaan.

TRIBUN MEDAN/ALIF ALQADRI
ANGGOTA DPRD Tanjungbalai, Daman Sirait melaporkan jaksa Kejari Tanjungbalai bernama Joharlan karena diduga memalsukan dokumen tanda tangan, Rabu (21/12/2021). laporan tersebut sudah dibuat di Polda Sumut.(TRIBUN MEDAN/ALIF ALQADRI) 

TRIBUN-MEDAN.com, TANJUNGBALAI - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tanjungbalai, Daman Sirait melaporkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungbalai terkait pemalsuan tandatangan dalam berita acara sumpah pemeriksaan.

Hal itu terungkap saat menjadi saksi di persidangan kasus Jalan Lingkar, Kecamatan Sei Tualang Raso, Kota Tanjungbalai di Pengadilan Tipikor Medan.

Kepada Tribun Medan, Daman mengaku pemalsuan tanda tangan tersebut pada surat acara sumpah pemeriksaan.

"Saat sidang tersebut hakim Immanuel Tarigan mengkonfrontir saya. Saya banyak mencabut keterangan saya di Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang dilakukan oleh Kejari Tanjungbalai yang mengatakan pekerjaan tersebut milik saya," ujarnya kepada Tribun Medan, Rabu (22/12/2021).

Dikatakannya, saat itu hakim menanyakan terkait surat berita acara sumpah dimintai keterangan. Saat itu jaksa yang diketahui bernama Joharlan mengaku ada mengambil sumpah saat dilakukan penyidikan.

Baca juga: SOSOK Iptu Nanin Aprilia Fitriani, Polwan Polda Sumut, 6 Tahun Merantau Jauh Dari Ibu

"Sudah empat kali, saya diperiksa, Joharlan itu tidak pernah memeriksa saya. Karena saat itu dia mengaku di persidangan. Saya diperiksa oleh Joharlan, saya diberi minum. Namun membantah hal tersebut di hadapan majelis hakim. Karena saya tidak pernah sekalipun diperiksa oleh Joharlan. Yang memeriksa saya itu Sarimonang Sinaga," katanya.

Dia mempertanyakan di BAP keluar Joharlan, dan Edi Sanjaya, namun tidak pernah sekalipun ia diperiksa oleh kedua jaksa tersebut. "Sehingga majelis hakim, mempertanyakan kepada Joharlan, apakah dirinya ada mengambil sumpah atas keterangan BAP dari saksi Daman, ia mengaku ada. Disitulah saya diminta oleh majelis hakim untuk melihat isi yang katanya saya buat," jelas Daman.

Akibat hal tersebut, ia melihat bahwa yang menandatangani surat berita acara sumpah penyidikan tersebut bukanlah dirinya. “Karena saya merasa tidak pernah, saya lihat. Dan ternyata benar, saya langsung bilang ke hakim bahwa tanda tangan tersebut bukanlah tanda tangan saya. Saya keluarkan KTP saya, dan saya beri ke hakim," katanya.

Akibat hal tersebut, Ketua majelis hakim Immanuel Tarigan, meminta untuk dilakukan tes forensik agar mengetahui bahwa tanda tangan tersebut apakah palsu atau asli.

Sementara itu, Kasi Intelejen Kejari Tanjungbalai, Dedy Saragih membantah hal tersebut. Menurutnya, seluruh penyidikan yang dilakukan oleh tim penyidik Kejari Tanjungbalai sudah sesuai SOP.

"Saya sudah konfirmasi kepada penyidik Pidsus, hal tersebut tidaklah benar. Sebab seluruhnya sudah sesuai dengan SOP yang ada," ujar Dedy.

Dikatakannya terkait dengan pelaporan yang dilakukan oleh Daman Sirait yang merupakan anggota DPRD Tanjungbalai ke Komisi Kejaksaan (Komjak), hal tersebut merupakan hak para pelapor. "Itu memang hak mereka, mau gimanapun mereka punya hak terkait hal tersebut. Kami akan membuktikannya," ujar Dedy.(cr2/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved