Breaking News:

29 Pegawai Kemenkumham Sumut Dapat Penghargaan Pelayanan Publik Ramah HAM

Sebanyak 29 pegawai Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sumatera Utara mendapat penghargaan.

TRIBUN MEDAN/GITA NADIA TARIGAN
Sebanyak 29 pegawai Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sumatera Utara mendapat penghargaan pelayanan publik ramah HAM dari Kemenkumham, Kamis (23/12/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sebanyak 29 pegawai Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sumatera Utara mendapat penghargaan pelayanan publik ramah HAM dari Kemenkumham, Kamis (23/12/2021).

Adapun 29 penghargaan tersebut diberikan kepada 23 satuan kerja (Satker) pemasyarakatan, dan 6 satuan kerja Imigrasi.

Kepala Kantor Wilayah (emenkumham Sumut Imam Suyudi didampingi Plt Kepala Divisi Pemasyarakatan Erwedi Supriyatno mengatakan pemberian penghargaan  sebagai bentuk apresiasi dari Kemenkumham kepada jajaran satuan kerja (satker) yang melakukan pelayanan publik berbasis HAM.

"Ini penghargaan secara umum pelayanan publik dari Kemenkumham yang dilakukan di satkernya masing-masing. Yang mana mereka menciptakan lingkungan, sarana prasarana, dan kesiapan petugas yang baik. Ini juga dalam rangka memperingati hari HAM sedunia tanggal 10 Desember lalu," kata Imam.

Selain memberikan penghargaan, jajaran Kemenkumham Sumut juga melaksanakan apel kesiapsediaan guna peningkatan kewaspadaan menjelang natal dan tahun baru 2022 yang digelar di Lapas Kelas I Tanjung Gusta Medan.

"Kesiapsiagaan ini agar petugas siap dan siaga melaksanakan pengamanan dan ketertiban umum. Agar  terciptanya kondisi aman dan tertib di satuan kerja masing-masing khususnya di Lapas dan rutan," katanya.

Ia berharap, selama Nataru nanti masing-masing satuan kerja Lapas maupun Rutan dapat membangun komunikasi efektif baik dengan warga binaan maupun stakeholder aparat hukum terkait.

"Karena saat ini masih pendemi, yang mana di Natal dan Tahun Baru harusnya masa-masa mereka bergembira, tapi kita harus batasi tidak ada pertemuan," ucapnya.

Meski demikian, Imam membeberkan untuk tahun 2021 pihaknya juga telah mengusulkan remisi bagi warga binaan yang berhak dan memenuhi syarat dengan lama waktu 15 hingga 2 bulan.

"Yang memenuhi syarat sebanyak 2.456 orang. Tentunya mereka yang berkelakuan baik, mereka sudah menjalani enam bulan pidana, dan mereka tidak melakukan pelanggaran selama di dalam. Nanti akan kami umumkan siapa yang berhak mendapatkan," katanya.

Ia mengatakan yang paling banyak menerima hari misi Natal dan tahun baru tahun 2020 ini berasal dari Lapas kelas 1 Tanjunggusta Medan dengan berbagai macam kasus terutama ti dak pidana narkotika.

"Resolusi Kemenkumhan Sumatera Utara dpadatahun 2022 kita implementasikan dalam bentuk nyata, bagaimana memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat, agar insan pengayoman, menjadi insan yang lebih baik lagi," pungkasnya. (cr21/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved