Breaking News:

BPPRD Sumut Klaim Pendapatan dari PKB dan BBNKB Naik, Tapi Belum Capai Target

Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah klaim pendapatan dari PKB dan BBNKB naik tahun 2021. Tapi belum capai target

Penulis: Mustaqim Indra Jaya | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Antrean warga membayar pajak di Samsat Putri Hijau Polda Sumut, Medan, Senin (25/10/2021). Pemprov Sumatera Utara memberlakukan program pemutihan denda pajak kendaraan yakni keringanan atas sanksi administratif Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) mulai 25 Oktober hingga 23 Desember 2021. 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Utara menggelar Program Relaksasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) sejak 25 Oktober 2021 kemarin.

Rencananya, program ini akan berakhir pada Kamis (23/12/2021).

Hingga Rabu (22/12/2021) kemarin, sektor PKB belum mencapai target, sedangkan BBNKB mengalami kenaikan dibandingkan capaian di tahun anggaran 2020.

"PKB baru terealisasi 95,39 persen. Sementara BBNKB sekitar 103 persen," kata Kepala Bidang PKB dan BBNKB pada Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Sumut, Syaiful Bahri, Kamis.

Dia mengatakan, pemasukan dari PKB ini masih jauh sekali.

Baca juga: Sudah Akhir Tahun, Realisasi PAD Kabupaten Deliserdang tak Capai Target dan Cuma Segini

Sebab, ada selisih lima persen. 

Adapun target dari sektor PKB pada tahun ini sekitar Rp 2,3 triliun. 

Maka, kata Syaiful, masih dibutuhkan sekitar Rp 103 miliar, demi memenuhi realisasi target dari PKB.

Sedangkan target BBNKB hanya naik tipis dari realisasi tahun lalu yang sebesar 102 persen.

Namun, realisasi capaian sektor PKB dan BBNKB dari program ini dapat menutupi target pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor tersebut di tahun 2021.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved