Menang di MA, Ibu Dua Anak tak Bisa Bercocok Tanam di Ladang Peninggalan Suami

Ibu dua anak di Kabupaten Simalungun tak bisa mengelola ladangnya sendiri meski sudah menang di Mahkamah Agung (MA)

Penulis: Alija Magribi | Editor: Array A Argus
Tribun Medan/HO
Ilustrasi 

TRIBUN-MEDAN.COM,SIMALUNGUN- Dumaria Ambarita (41), ibu beranak dua ini tak bisa mengelola lahan sawit peninggalan suaminya.

Sebab, sejak suaminya bernama Jonro Napitupulu meninggal, ladang sawit di Huta IV Riah Madear, Nagori Bangun Sordang, Kecamatan Ujung Padang itu dikuasai oleh keluarga suami.

Padahal, kata Dumaria, dia telah memenangkan gugatan di tingkat Mahkamah Agung.

“Sewaktu di Pengadilan Tinggi, banding saya diterima dan dinyatakan bahwa Surat Keterangan Tanah (SKT) milik suami saya adalah sah. Dan pihak keluarga suami saya pun menempuh Kasasi. Tapi Kasasi mereka ditolak Mahkamah Agung,” ujar Dumaria, Kamis (23/11/2021).

Wanita yang bekerja sebagai perawat di Puskesmas Perdagangan ini menjelaskan, meski sudah menang di MA, namun sampai sekarang dia dihalang-halangi keluarga suaminya. 

"Salinan MA itu saya terima sudah sebulan. Tapi saya dibilang belum boleh ngelola ladang. Saya tanya ke polsek juga belum bisa. Saya butuh keadilan,” keluhnya.

Terkait masalah lahan ini, kata Duma, ketika kasus masih bergulir di pengadilan, dia sendiri sempat diusir dari ladang milik suaminya.

Atas masalah tersebut, Duma melapor ke Polsek Bosar Maligas, tapi tidak ditanggapi. 

“Setelah ada putusan MA, tetap tidak ditanggapi, saya merasa dizolimi,” ketusnya. 

Pengalaman tak baik ketika berurusan dengan polisi juga pernah dialami Duma sebelumnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved