Paroki Santo Yosef Balige Sambut Perayaan Natal dengan Ornamen Gua Natal
Suatu kekhasan perayaan natal dalam gereja Katolik adalah adanya ornamen Natal, yang kerap disebut gua natal.
Penulis: Maurits Pardosi |
TRIBUN-MEDAN.com, TOBA - Suatu kekhasan perayaan natal dalam gereja Katolik adalah adanya ornamen Natal, yang kerap disebut gua natal.
Gua natal tersebut dibentuk dari berbagai bahan bekas berupa plastik, kertas, dan jerami, serta ditambah dengan aneka patung.
Dalam gua yang di dalamnya sebuah kandang memperlihatkan kelahiran Yesus Kristus.
Di Paroki Santo Yosef Balige, terlihat gua natal dipersiapkan baik di gedung gereja maupun di luar gereja.
Pasalnya, tidak semua umat dapat memasuki gereja pada saat perayaan natal, kecuali mereka yang sudah mendapatkan kartu dan diperlengkapi dengan jadwal ibadat.
Terkait persiapan perayaan Natal tersebut, Pastor Paroki Santo Yosef Balige Monaldus Banjarnahor telah mempersiapkan beragam ornament, gua, dan pembersihan gereja selama sepekan sebelum perayaan Malam Natal yang jatuh pada Jumat (24/12/2021).
“Pengurus gereja bersama dengan umat sudah mengerjakannya selama seminggu sebelum perayaan malam Natal. Kita sudah buat berbagai ornamen, gua Natal. Termasuk juga pembersihan gereja,” ujar Monaldus Banjarnahor saat disambangi tribun-medan.com pada Kamis (23/12/2021) di Gereja Katolik Santo Yosef Balige.
“Hingga sore ini, para pengurus gereja juga masih datang untuk persiapan terakhir. Esok harim kita sudah tenang mempersiapkan diri pada perayaan malam natal,” sambungnya.
Karena masa pandemi Covid-19, ia menyampaikan bahwa jadwal perayaan malam natal diselenggarakan dua kali; pukul 17.00 WIB dan 19.00 WIB.
Dalam perayaan tersebut, ia menegaskan soal pelaksanaan protokol kesehatan secara ketat.
“Acara esok, kita lakukan pada sore hari sebanyak dua kali. Jadi seluruh ornament natal ini memperlihatkan apa yang disampaikan oleh Paus Fransiskus soal kerja sama. Dan Paus Fransiskus membuat tema natal kali ini dengan seruan bekerja bersama,” terangnya.
“Ia juga berharap bahwa seluruh umat Katolik harus terlibat dengan cara apapun dalam acara natal kali ini. Semangat bekerjasama tersebut terlihat mulai dari proses periapan hingga berakhir,” sambungnya.
Selanjutnya, ia menjelaskan makna natal yang tergambar dalam gua natal.
“Kita berharap damai natal ini menyentuh semua orang. Yesus Kristus mengundang kita semua, tanpa terkecuali untuk menikmatai damai natal. Inilah misinya, tujuannya, natal itu hadir untuk semua orang,” sambungnya.
“Damai natal itu inklusif, bukan ekslusif. Artinya, damai natal itu milik semua orang,” pungkasnya.
(cr3/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Suasana-Gereja-Katolik-Santo-Yosef-Balige.jpg)