Breaking News:

Setelah Presiden Jokowi Sebut Bisa Ngaji di Metaverse, Kemenkominfo Prediksi Sudah Ada 5 Tahun Lagi

Indonesia akhirnya angkat bicara terkait teknologi metaverse yang semakin sering didengar. 

Decentraland
Pertemuan dalam dunia virtual 

TRIBUN-MEDAN.com - Indonesia akhirnya angkat bicara terkait teknologi metaverse yang semakin sering didengar. 

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menanggapi tentang Metaverse.

Juru Bicara Kemenkominfo Dedy Permadi mengatakan Indonesia masih berfokus pada penguatan ekosistem digital lewat percepatan pembangunan infrastruktur.

"Secara paralel [Kemenkominfo] masih terus fokus melakukan penguatan ekosistem digital dari hulu ke hilir melalui percepatan pembangunan infrastruktur jaringan telekomunikasi," ujar Dedy saat dilansir dari CNNIndonesia.com lewat pesan teks, Kamis (23/12/2021) siang.

Menurutnya saat ini pihaknya masih meningkatkan ekosistem digital lewat peningkatan literasi dan kecakapan digital, serta upaya lainnya untuk memastikan ruang digital yang produktif dan kondusif.

Mengenal Arti Metaverse Dunia Virtual 3D yang Dihuni Avatar dalam Satu Lingkup

Pendiri Microsoft, Bill Gates Prediksi Meeting Online Bakal Digelar di Metaverse

Dengan demikian Dedy mengatakan seluruh elemen publik diharapkan akan semakin siap, resilien, dan gesit dalam menghadapi berbagai tren teknologi terbaru, termasuk Metaverse.

Meski demikian Kemenkominfo, kata Dedy tengah mengkaji lebih lanjut terkait tren Metaverse dengan pelaksanaan kajian lebih mendalam.

 

"Serta uji coba tentu menjadi opsi-opsi kebijakan yang dapat diambil," tuturnya.

Rabu (22/12/2021) Presiden Joko Widodo kembali bicara soal Metaverse.

Ia mengatakan warga Nahdlatul Ulama (NU) bisa membuat pengajian di Metaverse di masa mendatang.

ilustrasi Metaverse
ilustrasi Metaverse (Digital Trends)
Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved