Breaking News:

Jenderal Besar AH Nasution, Putra Sumut Konseptor Perang yang Diakui Militer Dunia

Beruntung, AH Nasution selamat dari upaya penculikan. Akan tetapi, ia harus kehilangan putrinya Ade Irma Suryani Nasution dalam peristiwa kala itu.

Penulis: Mustaqim Indra Jaya | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/MUSTAQIM
Foto Jenderal Besar AH Nasution yang ditayangkan dalam acara Peringatan Hari Lahir ke-103 AH Nasution yang digagas DPD IKANAS Sumut, di Aula Tengku Rizal Nurdin, beberapa waktu lalu.   

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Jenderal Besar TNI Abdul Harus Nasution atau AH Nasution adalah putra Sumatra Utara, yang lahir pada 3 Desember 1918 di Desa Huta Pungkut, Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailingnatal (Madina).

Baca juga: Kapolrestabes Medan Paparkan Kasus Penganiaya Remaja yang Viral di Media sosial

AH Nasional dikenal sebagai seorang pahlawan nasional Indonesia. Ia merupakan salah satu tokoh TNI AD yang menjadi sasaran dalam peristiwa G30S/PKI atau Gerakan 30 September 1965.

Beruntung, AH Nasution selamat dari upaya penculikan. Akan tetapi, ia harus kehilangan putrinya Ade Irma Suryani Nasution dalam peristiwa kala itu.

Jenderal AH Nasution tidak hanya dikenal sebagai tokoh militer nasional, namun juga dunia melalui pemikirannya yang dituangkan dalam buku tentang 'Pokok-pokok Gerilya'.

"Beliau menjadi panutan untuk ditiru. Menjadi orang besar, yang baik, yang sederhana. Dan orang yang begitu terkenal, khususnya di bidang kemiliteran, tidak hanya nasional, tapi dunia internasional.

Jadi kita bangga, Sumut punya pahlawan besar seperti Jenderal Besar Abdul Haris Nasution," kata Pj Sekda Sumut, Afifi Lubis beberapa waktu lalu.

Ketua DPD IKANAS Sumut, Amarullah Nasution menyebutkan bahwa AH Nasution dikenal sebagai sosok yang sederhana, religius dan pekerja keras. 

Baca juga: Pantai Woong Rame Ramai Dikunjungi Saat Libur Natal, Wisatawan Keluhkan Hal Ini

Sehingga karakter tersebut wajib menjadi taudalan bagi generasi muda tidak hanya di Sumut, tetapi juga seluruh pemuda Indonesia.

Terlebih, perjalanan hidup AH Nasution, yang lahir dari sebuah desa kecil di Kabupaten Madina.

Namun berkat kegigihan dan kerja kerasnya bisa menjadi tokoh besar yang selalu dikenang hingga kini.

"Beliau memberikan sampak positif kepasa generasi muda Nasution khususnya, dan masyarakat luas pada umumnya.

Generasi muda harus meniriu ketauladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari, yang tekun beragama salat lima waktu dalam kondisi apapun, semangat kerja wajib ditiru, pantang menyerah dalam berbagai hal dan kerja keras dalam pekerjaan," sebut Amarullah, dalam acara Peringatan Hari Lahir ke-103 AH Nasution.

(ind/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved