Breaking News:

Komoditi Ekspor di Sumut Tumbuh, Kopi Jadi Penopang Terbesar

Kinerja ekspor pertanian di Sumut mengalami peningkatan positif di penghujung tahun 2021.

TRIBUN MEDAN/ALMAZMUR
Kopi Sidikalang yang memiliki citarasa khas 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kinerja ekspor pertanian di Sumut mengalami peningkatan positif di penghujung tahun 2021.

"Dalam satu tahun terakhir ini kita ada peningkatan sekitar 22,65 persen dibanding tahun lalu untuk nilai ekspornya. Alhamdulillah, mungkin tahun depan akan ada peningkatan lagi," Kepala Karantina Pertanian Belawan Andi Yusmanto kepada Tribun Medan, Senin (27/12/2021).

"Kita harapkan kalau untuk tahun depan akan tetap terus tumbuh hingga mencapai kurang lebih 30 persen.

Adapun komoditas unggulan Sumut berasal dari Biji Kopi, dimana per November 2021, Karantina Pertanian Belawan mencatatkan ada sekitar 5.624.575 kilogram dengan nilai ekonomis sebesar Rp342 miliar.

Selain kopi, produk unggulan lainnya seperti Sawit, Kelapa, dan Karet juga turut mendominasi sebagai penopang ekspor di tahun 2021 ini.

Namun begitu, ternyata Andi menuturkan jika pada tahun 2022 mendatang, pihak Karantina Pertanian Belawan akan mencoba untuk mengembangkan produk holtikultura untuk pengiriman ekspor pertanian dari Sumut.

"Untuk progres kita kedepan, kita akan coba untuk mengembangkan produk holtikultura. Kalau untuk perkebunan sendiri sudah established lah, kedepan kita akan coba holtikultura dan tumbuhan pangan lainnya seperti kentang dan wortel inikan mudah ditanam dan menjanjikan untuk dikirim ke negara lain," ujarnya.

Sementara itu, Andi juga menuturkan jika sejauh ini kendala dari Karantina Pertanian Belawan masih terkait dengan keterbatasan kontainer.

"Kalau kendala kita tidak terlalu banyak, karena yang terjadi itukan persoalan nasional seperti keterbatasan kontainer yang berkurang karena kondisi Covid-19, itu yang jadi kendala. Tapi kalau yang lain terkait karantina masih belum ada kendala berarti," jelasnya.

Saat disinggung mengenai Desa Ekspor, Andi menyebutkan jika saat ini Karantina Pertanian Belawan sudah melakukan Bimtek dengan para petani ekspor. 

"Kemarin kita sudah rapat bimtek kepada petani eksportir. Selama ini kita hanya didampingi oleh Beacukai, kedepan kita akan minta dinas setempat untuk mengikuti bimtek itu agar bisa langsung kena sasarannya. Nah nanti ketersediaan di lapangan bisa terbaca dengan baik," pungkasnya.

(cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved