Breaking News:

Kopi Jadi Penopang, Ekspor Sumut Meningkat 22,65 Persen

Selain kopi, produk unggulan lainnya seperti sawit, kelapa, dan karet yang juga turut mendominasi sebagai penopang ekspor di tahun 2021 ini.

Penulis: Kartika Sari | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN
Sejumlah pekerja menyortir biji kopi untuk siap ekspor di PT Sari Makmur Tunggal Mandiri, Deliserdang, Sumatra Utara, Selasa (26/3/2019).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kinerja ekspor pertanian di Sumut mengalami peningkatan positif di penghujung tahun 2021. Bahkan peningkatannya mencapai 22,65 persen.

"Dalam satu tahun terakhir ini kita ada peningkatan sekitar 22,65 persen dibanding tahun lalu untuk nilai ekspornya. Alhamdulillah, mungkin tahun depan akan ada peningkatan lagi," Kepala Karantina Pertanian Belawan Andi Yusmanto kepada Tribun Medan, Senin (27/12/2021).

"Kita harapkan kalau untuk tahun depan akan tetap terus tumbuh hingga mencapai kurang lebih 30 persen.

Ada pun komoditas unggulan Sumut berasal dari biji kopi, di mana per November 2021, Karantina Pertanian Belawan mencatatkan ada sekitar 5.624.575 kilogram dengan nilai ekonomis sebesar Rp 342 miliar.

Baca juga: Wanita Dihukum Satgas Udara karena Viralkan Video Penumpang Telantar saat Antre Karantina di Bandara

Selain kopi, produk unggulan lainnya seperti sawit, kelapa, dan karet yang juga turut mendominasi sebagai penopang ekspor di tahun 2021 ini.

Namun begitu, ternyata Andi menuturkan jika pada tahun 2022 mendatang, pihak Karantina Pertanian Belawan akan mencoba untuk mengembangkan produk holtikultura untuk pengiriman ekspor pertanian dari Sumut.

"Untuk progres kita ke depan, kita akan coba untuk mengembangkan produk holtikultura. Kalau untuk perkebunan sendiri sudah established lah, ke depan kita akan coba holtikultura dan tumbuhan pangan lainnya seperti kentang dan wortel ini kan mudah ditanam dan menjanjikan untuk dikirim ke negara lain," ujarnya.

Andi juga menuturkan jika sejauh ini kendala dari Karantina Pertanian Belawan masih terkait dengan keterbatasan kontainer.

"Kalau kendala kita tidak terlalu banyak, karena yang terjadi itu kan persoalan nasional seperti keterbatasan kontainer yang berkurang karena kondisi Covid-19, itu yang jadi kendala. Tapi kalau yang lain terkait karantina masih belum ada kendala berarti," jelasnya.

Saat disinggung mengenai Desa Ekspor, Andi menyebutkan jika saat ini Karantina Pertanian Belawan sudah melakukan Bimtek dengan para petani ekspor.

"Kemarin kita sudah rapat Bimtek kepada petani eksportir. Selama ini kita hanya didampingi oleh Bea Cukai, ke depan kita akan minta dinas setempat untuk mengikuti Bimtek itu agar bisa langsung kena sasarannya. Nah, nanti ketersediaan di lapangan bisa terbaca dengan baik," pungkasnya.

 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved