Breaking News:

Mantan Kades di Nisel Menangis Dituntut 4 Tahun Penjara: Enggak Ada yang Rawat Anak Saya!

Yamuria dalam nota pembelaannya (pledoi) meminta supaya Majelis Hakim yang diketuai Sa'id Lubis supaya  membebaskannya.

TRIBUN MEDAN/GITA NADIA PUTRI
Mantan Pj Kepala Desa Hilihoru, Nias Selatan, Yamuria Halawa (kiri atas) menangis sampaikan pledoi usai dituntut 4 tahun penjara di Pengadilan Negeri Medan, Senin (27/12/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dituntut empat tahun penjara karena didakwa korupsi Dana Desa (DD), Pj Kepala Desa (Kades) Hilihoru Nias Selatan (Nisel) Yamuria Halawa menangis tersedu-sedu di Pengadilan Negeri Medan, Senin (27/12/2021).

Yamuria dalam nota pembelaannya (pledoi) meminta supaya Majelis Hakim yang diketuai Sa'id Lubis supaya  membebaskannya dari semua dakwaan dan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Saya merasa bersalah, Pak. Tapi mau bagaimana lagi? Mohon bebaskan saya, Pak? Anak saya di rumah enggak ada yang ngurus, Yang Mulia," katanya sambil menangis.

Kepada majelis hakim, terdakwa mengaku memiliki tiga orang anak yang harus dihidupi.  

"Mohon bebaskan saya, Yang Mulia," kata terdakwa sembari menangis.

Usai menyampaikan pledoinya, Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU)  Solidaritas Telaumbanua, meminta waktu selama tiga hari kepada Majelis Hakim untuk menyampaikan tanggapan atas pledoi terdakwa secara tertulis.

"Mohon diberi waktu menanggapi secara tertulis Kamis 30 Desember, Yang Mulia," katanya. 

Diketahui sebelumnya, JPU menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 4 tahun. 

JPU menilai, terdakwa terbukti melakukan korupsi dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) yang merugikan negara Rp 452 juta.

"Menuntut supaya majelis hakim menjatuhkan terdakwa dengan pidana penjara selama 4 tahun, denda Rp200 juta, subsider 3 bulan kurungan," kata Jaksa.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved