Breaking News:

Cahaya Listrik Bantu Terangi Petani Jeruk di Simalungun Jadi Lebih Produktif

Sebanyak 42 lampu yang ditopang dengan tiang kayu setinggi sekitar dua meter terpasang di lahan jeruk.

TRIBUN MEDAN/HO
ELECTRIFYING AGRICULTURE - Lampu-lampu menyala di lahan pertanian jeruk milik David Purba di Saribudolok, kecamatan Silimakuta, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, beberapa waktu lalu. Program ini program Electrifying Agriculture yang telah menjangkau ribuan petani di berbagai daerah. 

TRIBUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN – PT PLN (Persero) mendukung petani Indonesia dalam memanfaatkan teknologi dengan menghadirkan program Electrifying Agriculture. Program yang hadir sejak tahun 2019 ini telah menjangkau ribuan petani di berbagai daerah. Satu diantaranya di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Bagaimana petani di Simalungun memanfaatkan program ini untuk meningkatkan produktivitas pertanian? Berikut kisahnya.

***

LAHAN perkebunan jeruk milik David Purba (42) di Kecamatan Silimakuta, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara tampak berbeda dari lahan-lahan lainnya. Perbedaan semakin terasa saat menjelang selepas maghrib atau ketika hari sudah mulai gelap. Puluhan lampu akan menyala menerangi ratusan pokok jeruk yang sedang berbuah.

David mengatakan, sudah sekitar empat bulan ini dirinya memanfaatkan pasokan listrik PLN dari PLN UP3 Pematangsiantar-Ranting Sidamanik untuk mendukung pertanian jeruk varietas siam miliknya yang tumbuh di atas lahan seluas lebih dari setengah hektare. Listrik PLN tersebut hadir melalui program Electrifying Agriculture.

Dikisahkan David, setahun lalu, dirinya membaca di Facebook tentang petani buah naga di Pulau Jawa yang memanfaatkan cahaya listrik dalam mendukung pertanian mereka. David berpikir, kenapa tidak mengaplikasikannya ke pertanian jeruk. Selama ini, lalat buah jenis cicit (sebutan warga lokal) menjadi hama yang kerap mengganggu pertumbuhan buah jeruk.

“Sifatnya lalat buah kan seperti kupu-kupu, dia mengejar lampu (cahaya). Saat bersamaan, saya mendengar PLN mempunyai program listrik pertanian (Electrifying Agriculture). Saya langsung mendaftar ke PLN Pematangsiantar. Prosesnya tak lama, tak sampai dua minggu, listrik sudah terpasang. Saya pun tak menyangka, permohonan saya diterima dan prosesnya juga cepat,” katanya kepada Tribun Medan.com, Senin (13/12/2021).

Sebanyak 42 lampu yang ditopang dengan tiang kayu setinggi sekitar dua meter terpasang di lahan jeruk dan setiap lampu memiliki daya 45 watt. Daya yang tersedia sebesar 2200 VA, kata David, mampu untuk menerangi lahan seluas satu hektare. “Saat ini saya belum pasang untuk lahan satu hektare karena daya yang ada juga akan digunakan untuk menghidupkan sumur bor di lahan. Saat ini pembangunan sumur bor sedang dalam proses,” kata David.

Baca juga: Tingkatkan Produksi Buah Naga dengan Electrifying Agriculture

David bercerita, untuk meminimalisir gangguan hama lalat buah, di dekat (samping) lampu dipasang perangkap berbentuk kertas yang diolesi dengan cairan lem sehingga bersifat lengket. Selanjutnya lampu akan dinyalakan mulai pukul 18.00 WIB hingga sekitar pukul 20.00 WIB. Lalat buah biasanya mendekati cahaya dan akan lengket ke perangkap kertas. Jika setelah empat hari, perangkat tidak lengket lagi, maka perangkat dapat diturunkan, dicuci, diolesi lagi dengan lem dan dipasang kembali di dekat lampu.

“Tapi untuk ke depannya, saya akan megganti jenis perangkap. Tidak lagi menggunakan perangkap kertas, tetapi perangkap berbentuk botol yang diberi cairan warna kuning hingga setengah botol. Botol ini kemudian dipasang di dekat lampu,” terang David.

Diakui David, kehadiran Electrifying Agriculture telah membantu menerangi aktivitasnya sebagai petani jeruk ke arah yang lebih produktif. Keproduktifan tersebut dapat dilihat dari berkurangnya gangguan hama lalat buah setiap malam hari. Pengurangannya, kata David memang tidak signifikan, tetapi tetap menunjukkan pengurangan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved