Breaking News:

Omzet Perajin Terompet Masih Anjlok, Penjualan TInggal 30 Persen

Dalam merakit terompetnya, Uli memilih jenis bambu yakni bambu cina yang mudah dibentuk dan mengeluarkan suara nyaring.

Penulis: Kartika Sari | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Rusli (69) dan Desi (35) menyelesaikan pembuatan terompet pesanan di kediamannya di Jalan Pelajar Timur, Medan, Selasa (28/12/2021). Menurut perajin permintaan untuk terompet meningkat sebesar 5 persen dari tahun lalu, dengan harga jual Rp 4000 hingga Rp 25 ribu sesuai ukuran dan tingkat kesulitan. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Rusli atau biasa disapa Wak Uli ini kembali harus merasakan sepinya orderan terompet jelang Tahun Baru.

Saat dikunjungi Tribun Medan ke rumahnya di Jalan Pelajar Timur, Medan, Uli bersama dua anaknya tampak sibuk merakit gulungan kertas yang dibentuk dengan beragam model terompet.

Diceritakan Uli, selama berdagang terompet, dua tahun terakhir ini penjualan masih merosot hingga 70 persen.
"Kalau tahun ini susut hingga 70 persen, hanya tinggal 30 persen saja penjualan. Jadi kita buat ini hanya berdasarkan orderan saja," ungkap Uli, Selasa (28/12/2021).

Baca juga: Cek Kesiapan di Pos Pengamanan Natal dan Tahun Baru, Kapolres Pelabuhan Belawan : Keadaan Aman

Diceritakan Uli, sebelumnya, ia dapat menerima pesanan hingga 15 ribu-17 ribu terompet sebelum memasuki pandemi yang kini hanya mampu ia buat sebanyak 4.000 terompet.

Namun, Uli tak mau mengeluhkan hal tersebut terus-menerus. Baginya, merakit terompet sudah menjadi kebiasaannya setiap akhir tahun bersama anak dan menantunya.

"Kalau ini saya buat sendiri ada yang terompet lurus, model sepeda sama model naga, nah, kalau anak dan menantu yang bantu pasang hiasan," ujarnya.

Dalam merakit terompetnya, Uli memilih jenis bambu yakni bambu cina yang mudah dibentuk dan mengeluarkan suara nyaring.

"Kalau rakit terompet ini ya karena belajar. Masa orang lain bisa, kita tidak bisa. Kalau dulu saya ini buka grosir, tapi karena kebutuhan tidak selalu terpenuhi di toko, sehingga saya akhirnya ikut buat sendiri," tutur Uli.

Saat ini, Uli hanya menerima pemesanan dari dalam Sumut sekitar, padahal, sebelum pandemi, Uli mampu mengirimkan ke berbagai provinsi seperti Aceh hingga Pekanbaru.

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved