Breaking News:

Penjualan Merosot Drastis, Pengrajin Terompet di Medan Hanya Produksi Sesuai Pesanan

Rusli atau akrab disapa wak Uli ini kembali harus merasakan sepinya orderan terompet jelang tahun baru. 

Penulis: Kartika Sari | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/KARTIKA SARI
Rusli, pengrajin terompet saat menunjukkan hasil rakitan terompetnya di rumahnya, Jalan Pelajar Timur Medan, Selasa (28/12/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Rusli atau akrab disapa wak Uli ini kembali harus merasakan sepinya orderan terompet jelang tahun baru. 

Saat Tribun Medan berkunjung ke rumahnya di Jalan Pelajar Timur, Medan, Selasa (28/12/2021), Uli bersama dua anaknya tampak sibuk merakit gulungan kertas yang dibentuk dengan beragam model.

Diceritakan Uli, selama tahun berdagang terompet, dua tahun terakhir ini penjualan masih merosot hingga 70 persen. 

"Kalau tahun ini susut hingga 70 persen, jadi hanya tinggal 30 persen saja penjualan kita. Jadi kita buat ini hanya berdasarkan orderan saja," ungkap Uli.

Diceritakan Uli, sebelum masa pandemi ia biasamenerima pesanan hingga 15 ribu-17 ribu terompet. Kini ia hanya mendapat pesanan sekitar 4.000 terompet. Namun, Uli tak mau mengeluhkan hal tersebut terus menerus. Baginya, merakit terompet sudah menjadi kebiasaan dirinya setiap akhir tahun bersama anak dan menantunya.

"Kalau rakit ini saya buat sendiri ada yang terompet lurus, model sepeda sama model naga. Nah kalau anak dan menantu yang bantu pasang hiasan," ujarnya.

Dalam merakit terompetnya, Uli memilih jenis bambu yakni bambu cina sehingga dapat mudah dibentuk dan mengeluarkan suara yang nyaring. Adapun beragam bentuk yang ia rakit untuk model lurus, model naga, model sepeda, dan lainnya.

"Kalau rakit terompet ini ya karena belajar. Masa orang lain bisa, kita tidak bisa. Kalau dulu saya ini buka grosir, tapi karena kebutuhan tidak selalu terpenuhi di toko, sehingga saya akhirnya ikut buat sendiri," tutur Uli.

Saat ini, Uli hanya menerima pemesanan dari dalam Sumut sekitar, padahal, sebelum pandemi, Uli mampu mengirimkan ke berbagai provinsi seperti Aceh hingga Pekanbaru. (cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved