Breaking News:

Berharap Lebih Baik Setelah Melantai, Bank Sumut IPO pada Juni 2022

Dia menyebutkan bahwa pihaknya sedang proses untuk melakukan masa penawaran umum perdana saham Initial Public Offering (IPO).

Penulis: Angel aginta sembiring | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/DOK
Nasabah Bank Sumut saat melakukan tarik tunai di ATM Bank Sumut di sekitar Simpang Jalan Aksara, Keluarahan Bantan Timur, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Direktur Kepatuhan PT Bank Sumut Eksir menyampaikan rencana Bank Sumut dalam penawaran saham perdana ( Initial Public Offering/IPO) pada Juni 2022 mendatang.

Hal itu melihat kinerja keuangan serta penerapan tata kelola dan tingkat kesehatan bank yang semakin baik menjadi kunci untuk menuju IPO. Eksir mengatakan, saat ini IPO sudah dalam proses profesional support dalam rangka mempersiapkan IPO.

“Saat ini sedang dilakukan proses, dan tujuan kita segera melantai di Bursa Efek ini supaya lebih transparan kepada masyarakat Sumut,” tuturnya dalam acara Media Gathering Ikatan Wartawan Online (IWO) Kota Medan dan Bank Sumut di Berastagi, Tanah Karo, Rabu (29/12).

Dia menyebutkan bahwa pihaknya sedang proses untuk melakukan masa penawaran umum perdana saham Initial Public Offering (IPO) pada tahun depan.

Dikatakannya, selain transparan masyarakat Sumut diberi kesempatan dalam pemilikan saham Bank Sumut dan diharapkan dengan melantainya di Bursa Efek pengelolaan jauh lebih baik.

Baca juga: Bank Sumut Siapkan Uang Tunai Rp 700 Miliar Jelang Tahun Baru

Ia juga menyampaikan mengenai transformasi Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang merupakan agen pembangunan daerah yang diharapkan dapat mendukung Pemerintah Daerah. Dukungan tersebut baik dalam mengelola kas daerah dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui aktivitas bisnisnya.

Disampaikannya, per posisi Oktober 2021 market share BPD terhadap industri perbankan nasional mencapai 8,86 persen.

Ada pun total asetnya Rp 868,94 triliun, tumbuh 5,26 persen (yoy) dan total DPK Rp 708,89 triliun, tumbuh 5,52 persen (yoy) serta total kredit sebesar Rp 505,22 triliun, tumbuh 6,18 persen (yoy).

"Penyaluran kredit BPD masih didominasi oleh fasilitas kredit konsumtif kepada ASN, " ujarnya

Pada posisi Oktober 2021, kredit modal kerja Rp 102,07 triliun, tumbuh 10,14 persen (yoy), kredit investasi Rp 63,87 triliun, tumbuh 8,41 persen (yoy) dan kredit konsumsi Rp 339,28 triliun tumbuh 4,64 persen (yoy).

Dengan kapasitas penyaluran BPD kepada sektor produktif masih tergolong minim sebagaimana tercermin dari tingginya nominal dan rasio NPL.

"Pada posisi Oktober 2021, NPL Moral Kerja Rp 8,16 triliun, NPL investasi Rp 2,41 triliun dan NPL konsumsi Rp 4,01 triliun dengan rasio NPL masing-masing 7,59 persen dan 1,12 persen.

Dikatakannya juga, pada Oktober 2020 lalu terdapat 26 BPD yang berkantor pusat di wilayah kerja KR/KOJK.

Diantara jumlah tersebut, Bank Sumut berada di posisi ke lima dengan total jumlah nasabah Bank Sumut sebanyak 2,1 juta.

 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved