Breaking News:

Bupati dan Wakil Gubernur Sumut Dapat Penghargaan dari MUI Langkat

Bupati Langkat Terbit Rencana Peranginangin membuka Musda Majelis Ulama Indonesia ke-IX Kabupaten Langkat di Hotel Saka, Kota Medan. 

Editor: jefrisusetio
Istimewa
MUI LANGKAT: Bupati Langkat Terbit Rencana Peranginangin membuka Musda Majelis Ulama Indonesia ke-IX Kabupaten Langkat di Hotel Saka, Kota Medan.  

TRIBUN-MEDAN.COM, STABAT- Bupati Langkat Terbit Rencana Peranginangin membuka Musda Majelis Ulama Indonesia ke-IX Kabupaten Langkat di Hotel Saka, Kota Medan. 

Acara tersebut turut dihadiri Ketua MUI Sumut, Maratua Simanjuntak dan Tuan Guru Besilam, Syekh Zikmal Fuad. 

Terbit Rencana Peranginangin mengatakan, MUI merupakan barometer akhlat umat. Oleh sebab itu, MUI menjadi acuan atas fatwa serta dinamika di masyarakat. 

"Saya mengharapkan pelaksanaan musda ini berlangsung dengan baik, terhormat serta mengedepankan azas musyawarah untuk mufakat, dan kalau bisa tanpa melalui voting," ujarnya. 

Ia menambahkan, dukungan MUI menjadi kekuatan bagi masyarakat dalam melaksanakan amanah umat. 

"Dan, ingatkan saya bila ada yang kurat tepat dan jangan biarkan saya sendiri tanpa saran dan masukan," katanya. 

Ketua Panitia Acara, Saiful Abdi menyampaikan, kegiatan musda ini diikuti pengurus MUI Langkat dan Pengurus MUI kecamatan. 

"Kami akan memberikan penghargaan kepada tokoh masyarakat yakni Wakil Gubernur Sumatra Utara H.Musa Rajekshah dengan katagori peduli mesjid di Kabupaten Langkat," ujarnya. 

Selanjutnya, Bupati Langkat Terbit Rencana juga mendapat penghargaan ketegori tokoh masyarakat yang peduli bilal mayit dan memberangkatkan umroh 319 orang. 

"Ada 42 orang sedang menunggu keberangkatan dikarenakan pandemi Covid-19," katanya. 

Dianggap Peduli Hidup Mati Seseorang. 

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut, Maratua Simanjuntak menyampaikan, Bupati Langkat Terbit Rencana Peranginangin merupakan sosok pejabat yang peduli hidup dan mati manusia. 

"Hidup" memberangkatkan masyarakat melaksanakan umroh untuk beribadah ke Tanah Suci.
"Kematian" memperhatikan bilal mayit dan penggali kubur demi berjalannya fardukifayah, dan hal itu dilaksanakan dengan mengunakan dana pribadi. 

Acara musda ke IX MUI Langkat mengusung tema "Meneladani Keputusan Ulama Sebagai Ketaatan Umat yang Berilmu, Beramal Soleh, dan Berakhalaqul Karimah untuk Langkat yang religius.

(*) 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved