REKTOR USU Yakin Timnas Indonesia bakal Menang Melawan Thailand Malam Ini
Malam ini Timnas Indonesia bertanding melawan Thailand memperebutkan piala Asean Football Federation.
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN - Malam ini Timnas Indonesia bertanding melawan Thailand untuk merebutkan piala Asean Football Federation ( AFF), Rabu (29/12/2021)
Menanggapi hal tersebut, Rektor Universitas Sumatera Utara ( USU) Muryanto Amino optimis tim Garuda akan memenangkan perlombaan tersebut.
Muryanto menuturkan bahwa melihat cara bermain timnas melawan Singapura beberapa waktu lalu membuat ia semakin yakin bahwa tim Garuda akan kembali mengharumkan nama Indonesia.
"Kalau dilihat dari cara bermain timnas kemarin melawan Singapura 50-60 persen saya optimis Indonesia bisa menang kembali," ujarnya.
Dikatakan Muryanto meskipun Thailand hampir dikatakan selalu memenangkan lomba, tidak kemungkinan tahun ini tim Garuda bisa merebut kemenangan tersebut.
"Pasti banyak masyarakat yang optimis ataupun pesimis Indonesia melawan Thailand namun melihat dari pertandingan kemarin itu ada positif dan negatif yang bisa diambil sebagai pelajaran untuk timnas," paparnya.
Muryanto mengaku pada saat timnas melawan Singapura, ia melihat strategi yang digunakan Indonesia ialah strategi menyerang.
"Minusnya itu kemarin timnas mengeluarkan sisi kekuatan harusnya timnas saat itu lebih tenang dan antisipatik terhadap lawan. Tapi itulah resiko jika kita mengambil strategi menyerang,"paparnya.
Menurut Muryanto strategi menyerang lebih gampang membuat lawan untuk bisa masuk ke pertahanan.
"Mudah-mudahan nanti timnas beserta pelatih bisa dipikirkan kaya apa baik dari segi pemainnya ataupun strategi lainnya," ucapnya.
Disinggung mengenai banyaknya masyarakat yang meminta ketua PSSI untuk dilarang datang ke acara ataupun ke ruang ganti pemain, Muryanto menanggapi dengan netral.
Menurut Muryanto pihaknya tidak mengetahui apakah alasan masyarakat tidak mengizinkan ketua PSSI masuk karena politik.
"Saya gak tahu betul apa enggak soal ada perintah lain dari persepak bola ini. Tapi yang pasti pemain harus disterilisasi. Secara psikologis pemain harus fokus pada kemenangan," jelasnya.
"Kalau di luar negeri manager atau pelatih itu sama yang penting pelatih dan manager satu tujuan dan pelatih dilarang menerima apapun baik perintah atau tekanan untuk para pemain. Fokusnya hanya melatih baik dari mental dan kesehatan para pemain," tegasnya.
Diakhir wawancara Muryanto berharap agar persepakbolaan Indonesia harus murni sebagai basis olahraga.
"Olahraga sepakbola ini harus murni diletakkan sebagai basis olahraga dan pemain itu emang harus dimanjakan dan rileks. Tidak boleh diganggu apapun apalagi di saat detik-detik perlombaan mau dimulai. Saya berharap PSSI bisa menjalankan tugasnya sebagaimana mestinya," harap Muryanto.
(cr5/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Rektor-USU-Muryanto-Amin-saat-menjelaskan-beberapa-program-USU-selama-lima-tahun.jpg)