Breaking News:

Desa Sejahtera Astra di Percut Seituan, Jadikan Perempuan Berdaya dan Songket Deli Tetap Lestari

Desa Sejahtera Astra mengahdirkan program pelestarian tenun songket Deli di Desa Bandar Khalipah, Kecamatan percut Seituan, Kabupaten Deliserdang.

TRIBUN MEDAN/HO
TENUN SONGKET DELI - Nasya Azahra menenun kain songket Deli di Workshop Program Desa Sejahtera Astra IR & IR  Kriya Melayu, Bandar Khalipah, Kecamatan Percut Seituan, Deliserdang beberapa waktu lalu. Program Desa Sejahtera Astra di desa ini telah berlangsung sejak 2019 lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com, DELISERDANG – Nasya Azahra (15) terlihat begitu lincah mengoperasikan gedokan (alat tenun tradisional) di Workshop Program Desa Sejahtera Astra IR & IR  Kriya Melayu, Jl. Kutilang Desa Bandar Khalipah, Percut Sei Tuan, Deliserdang, Sumatera Utara, Senin sore (27/12/2021). Dengan perlahan, kedua kakinya menginjak empat buah kayu di bagian bawah gedokan secara bergantian untuk mengangkat karap gedokan yang berfungsi merapatkan benang tenun.

Sementara itu, kedua tangannya memasukkan benang pakan ke dalam gulungan kain. Nasya terlihat hati-hati agar tidak ada benang yang putus. Hentakan gedokan menghadirkan suara yang nyaring didengar dan terasa lembut. Selembut kain songket Deli yang sedang ia tenun.

Sore itu, pelajar kelas 3 SMP Budi Satria Medan ini akhirnya menyelesaikan satu tenunan kain songket Deli. Butuh waktu selama dua minggu baginya untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Ini kain tenun kedua yang berhasil diselesaikannya sepanjang bulan Desember 2021. Nasya tampak begitu gembira karena akan menerima upah yang lebih besar dibandingkan bulan sebelumnya.

“Kebetulan sekolah sudah libur Tahun Baru. Saya memang berencana mau liburan ke kampung halaman ibu di Sei Mencirim, Deliserdang. Upah hasil menenun mau saya pakai untuk keperluan selama di kampung. Kalau masih ada sisanya, mau dipakai bayar uang sekolah,” kata Nasya kepada Tribun-Medan.com, Senin (27/12/2021).

Nasya adalah seorang penerima manfaat (penenun) program Desa Sejahtera Astra melalui program pelestarian tenun songket Deli di Desa Bandar Khalipah, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumatera Utara. Keputusannya tak salah saat mengikuti program ini tahun 2019 lalu. Nasya kini semakin berdaya secara keahliasn dan ekonomi. Dirinya kini memiliki keahlian dalam menenun kain songket Deli, sebuah keahlian yang belum tentu dapat dilakukan remaja seusianya, bahkan orang yang lebih dewasa darinya.

Dari keahliannya tersebut, Nasya mendapat penghasilan sampingan yang membuatnya berdaya secara ekonomi. Di awal-awal menjadi penenun, Nasya mendapatkan upah Rp 150 ribu setiap satu kain tenun. Waktu itu, dia belum mahir menenun. Seiring berjalannya waktu dan sudah semakin mahir, ia mendapat upah Rp 300 ribu setiap satu kain tenun.

“Minimal satu dan paling banyak dua kain bisa saya tenun setiap bulan. Tidak banyak, karena saya menenun setengah hari saja, sepulang sekolah. Upah menenun, saya gunakan untuk membayar uang sekolah dan kebutuhan sekolah lainnya. Kalau ada sisa, saya berikan ke orangtua,” kata Nasya, bangga.

Pengalaman serupa dialami warga Desa Bandar Khalipah lainnya, Rusnani (50). Bergabung dengan program Desa Sejahtera Astra pada tahun 2019, Rusnani mengaku senang karena mendapatkan ilmu menenun dengan gratis. Sebelum resmi bergabung, kata Rusnani, dirinya mendapatkan pelatihan selama dua minggu untuk melihat apakah cocok bergabung dengan program.

“Saya diutus oleh pihak desa. Saya merasa cocok ada di program ini karena belajarnya tidak sulit. Rajin dicoba saja, pasti bisa menggunakan peralatan tenun dengan baik. Hal ini yang meyakinkan saya untuk bergabung karena saya juga tidak punya pekerjaan selain menjadi ibu rumah tangga,” ujarnya.

Setelah mahir, Rusnani kini mampu menenun dua hingga tiga kain songket Deli setiap bulannya. “Selain punya banyak teman, saya juga punya penghasilan untuk suami di rumah. Dalam sebulan, saya bisa  mendapat upah minimal Rp 600.000,” kata Rusnani.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved