News Video
Dijewer dan Dimarahi di Depan Publik, Coki Minta Gubernur Edy Minta Maaf Atau Dilaporkan ke Polisi
Kuasa Hukum Coki Somasi Gubsu agar Meminta Maaf atau Melaporkan Edy ke Polisi. Choki Aritonang, mengirim somasi ke Gubernur Sumatera Utara
Penulis: Anugrah Nasution |
TRIBUN-MEDAN.com, Medan - Kuasa Hukum Coki Somasi Gubsu agar Meminta Maaf atau Melaporkan Edy ke Polisi.
Choki Aritonang, mengirim somasi ke Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi agar segera meminta maaf didepan publik atas kasus penjeweran kepadanya.
Hal itu disampaikan oleh Muhammad Teguh Suhada Lubis selalu kuasa hukumnya. Dalam somasinya, Choking meminta Edi segera meminta maaf karena telah melakukan hal yang tidak menyenangkan beberapa waktu lalu.
"Yang jelas apa yang terjadi hari ini, bukan hanya menimpa Choki, tapi juga keluarga. Tekanan mental keluarga, pisikis keluarga," kata Imam saat menggelar konfrensi pres, di Manakala Coffeeshop di Jalan Sei Galang No. 3, Kel. Medan Baru, Kota Medan, Kamis (30/12/2021).
Dalam somasi itu kata Teguh, pihaknya meminta Edy mengakui tidaknya yang telah mempermalukan dan melakukan tindakan kekerasan kepada Choki.
Teguh meminta agar tidak membuat pembenaran atas tindakannya yang menyatakan tindakanya adalah sebuah terguran dari ayah terhadap anaknya merupakan pembenaran.
"Menurut kami bijaknya adalah mengakui perbuatan dan meminta maaf di depan orang banyak seperti perbuatan itu dilakukan di depan orang banyak. karena choking datang kesana bukan atas nama dirinya, tapi acara resmi, datang bersama atlet yang didik beliau, dan disaksikan oleh olahraga lainnya. Maka kita sangat kecewakan, " kata Teguh.
Teguh bersama tim kuasa hukum lainya pun memberikan waktu satu hari kepada Edi untuk segera meminta maaf.
Jika tidak mantan Pangkostrad itu engan meminta maaf pihaknya akan dilaporkannya ke kepolisian.
"Kami berharap dalam somasi ini, bahwa kami pak Edi meminta maaf mengakui kesalahan bukan memberikan pembenaran atas tindakan itu. Dan meminta maaf kepada choking dan keluarga.kami berikan waktu 1 x 24 jam.
Tentu secara formal kami akan memberi laporan kepada kepolisian.kami berharap polisi dapat menegakkan hukum," imbuhnya.
Selain menempuh jalur hukum mereka juga akan membuat laporan terkait tindakan kurang etis Edy ke Mendagri,DPRD Sumut dan MUI.
Teguh mengatakan, surat kepada MUI guna meminta ulama di Sumatera Utara turun tangan menasihati Gubernur Sumut Edy yang sering menyebut dirinya dekat dengan para ummat dan ulama.
"Dan sikap serta tindakan beliau, kami akan laporkan hal ini kepada Kementerian dalam Negeri dan Ketua DPRD Sumut. Sekarang kami fokus sedang berusaha menghilangkan trauma, beban mental yang dialami keluarga. Kami juga ingin melaporkan masalah ini ke MUI. Kenapa demikian, karena selama ini kan pak gubernur selalu mengaku dekat dengan ulama, dekat dengan ummat,"
tutup Teguh.
(Cr17/Tribun Medan)