Breaking News:

Keris Ganan Luk 5, Keris Tertua Jaman Kerajaan Singasari Ada di Pameran Pusaka Melayu

Kerajaan singasari tertulis dalam kitab pararaton dan negarakertagama, kerajaan ini didirikan pada tahun 1222 Masehi oleh raja pertama.

Penulis: Tria Rizki | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/TRIA RIZKI
Pengurus SNKI Korwil Sumatera Utara sekaligus pemilik keris, Ari Widiyanta sedang menunjukkan bagian-bagian dari keris ganan atau keris naga luk 5 kepada Tribun Medan, Selasa (28/12/21).       

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN-  Tak sangka dalam pameran keris pusaka Semenda melayu Medan terlihat sebuah keris dari zaman kerajaan singasari tampak masih awet dan kokoh.

Kerajaan singasari tertulis dalam kitab pararaton dan negarakertagama, kerajaan ini didirikan pada tahun 1222 Masehi oleh raja pertama yang bernama Ken Arok.

Satu diantaranya keris ganan luk 5 yang memiliki simbol naga, walau keris ini pusaka Jawa tapi ditemukan saat pemilik sedang berada di Lombok.

"Kalo di Jawa di sebut ganan naga tapi di Medan di sebut keris naga, keris Jawa ini ditemukan saat sedang di lombok sekitar 15 tahun yang lalu.

Awal ketemunya dari penduduk langsung yang sudah memilikinya dari turun temurun dan keadaan kerisnya berkarat,"kata Ari Widiyanta, Pengurus SNKI Korwil Sumatera Utara sekaligus pemilik keris, Selasa (28/12/21).

Ari mengatakan, zaman dahulu ada hubungan diplomatik atau semacamnya yang terjadi antara Jawa dengan Lombok sehingga keris ini berada di Lombok, keris ini sering sekali dijadikan hadiah oleh kerajaan ke kerajaan lain dan sebagai bentuk dari kekuasaan kerajaan.

Baca juga: Info Pemadaman Listrik Hari Ini di Kota Medan, 6 Titik Lokasi di antaranya Jalan Jamin Ginting

Ciri khas keris ganan atau keris naga luk 5 ini memiliki bahan-bahan yang langka.

"Keris ganan luk 5 memiliki pegangan keris (hulu) berbentuk manusia dan binatang sebagai seni pada zaman itu, pisau (bilah) bermotif naga, sarung keris (warangka) terbuat dari perak yang dilapis emas dan bagian atas kayu purnama lalu di bawahnya dari kayu timuhu yang sudah langka,"ucapnya

Proses pembuatan keris dahulu sangat luar biasa menghasilkan keris yang dapat bertahan sampai saat ini.

"Keris itu terbuat dari besi, baja, pamornya dari meteor yang dilebur lalu dilakukan penyepuhan oleh para mpu, kita harus bangga dengan nenek moyang kita yang punya teknologi luarbiasa dalam melebur besi, memilih besi dan mendesign pusaka ini yang sangat kokoh hingga saat ini masih bisa kita lihat," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved