Breaking News:

Gereja Katolik Paroki Santo Yosef Balige, Dikenal Sebagai Nazarethnya Tanah Batak

Sejarah mengungkapkan bahwa Balige menjadi awal lahirnya katolik di Tanah Batak, menjadi  pusat pewartaan kekatolikan di Tanah Batak.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/MAURITS PARDOSI
Gereja Katolik Santo Yosef Balige.  

TRIBUN-MEDAN.com, TOBA - Gereja Katolik Paroki Santo Yosef Balige dikenal sebagai "Rumah Nazarethnya Tanah Batak".

Sejarah mengungkapkan bahwa Balige menjadi awal lahirnya katolik di Tanah Batak, menjadi  pusat pewartaan kekatolikan di Tanah Batak.

Paroki Santo Yosef Balige sebagai anak sulung” dari paroki-paroki lain di Tanah Batak.

Permulaan pewartaan kekatolikan di Tanah Batak berawal setelah Prefektur Apostolik Mgr Mathias Brans, OFM Cap (1921 – 1954) berhasil memeroleh izin masuknya misi Katolik ke Tapanuli sejak tanggal 12 Agustus 1933 dari Gubernur General Belanda (Pemerintah Hindia Belanda). 

Terbukalah pintu  misi Katolik di Tanah Batak. Pada tanggal 8 Februari 1934, Gubernur General Belanda mengizinkan pastor bertempat tinggal di Balige

Pastor Sybrandus Van Rossum, OFM Cap tiba di Balige pada tanggal 5 Desember 1934, Tanah Batak resmi menjadi daerah misi Katolik dan menjadi tanggal keberadaan Gereja Katolik Paroki Santo Yosef Balige

Ketika tiba di Balige, Pastor Sybrandus Van Rossum langsung menempati sebuah rumah di tepi pantai Danau Toba yang sudah dikontrak sejak tanggal 1 Oktober 1934. 

"Dengan sifat keluwesan dan keterbukaan dalam komunikasi yang dimilikinya, beliau mudah dan cepat berkontak dengan banyak orang," demikian tertulis pada Sejarah Paroki Santo Yosef Balige yang diperoleh tribun-medan.com pada Jumat (31/12/2021).

Baca juga: Warga Medan Positif Omicron di Jakarta, Wali Kota Bobby Ungkap Hasil Tracing Tujuh Orang Kontak Erat

"Memang, pesan Uskup Brans agar dia berkontak dengan banyak orang, baik siang maupun malam, sungguh dilaksanakannya sejak menginjakkan kakinya di Balige," sambungnya. 

Sepucuk surat dari Uskup menjadi pegangan bagi Pastor Sybrandus Van Rossum, “Pastor Sybrandus, berbuatlah yang terbaik. Saya tugaskan engkau mentobatkan semua orang Batak di Toba. Carilah kontak dengan mereka dimana dan kapan engkau bisa. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved