News Video
Lewat Program Desa Gratieks Balai Karantina Belawan Siap Damping 18 Kabupaten Belum Pernah Ekspor
Adapun beberapa kabupaten yang berpotensi memiliki komoditi ekspor yang menjanjikan yaitu Mandailing Natal, Padang Sidempuan, Tapanuli Selatan dalam
Lewat Program Desa Gratieks Balai Karantina Belawan Siap Damping 18 Kabupaten Belum Pernah Ekspor
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sumatera Utara mengirimkan 102,9 ribu ton komoditi pertanian dengan nilai ekonomis mencapai Rp 2,2 triliun dalam acara Gebyar Ekspor 2021 di PT Graha Segara Belawan (TPFT), Jalan Gabion, Bagan Deli, Pelabuhan Belawan, Medan, Jumat (31/12/2021).
"Untuk pelepasan hari ini 124 negara dan 107 negara itu berasal dari Sumatera Utara dengan nominal Rp2,2 triliun yang menjadi penyumbang terbesar yang kedua Surabaya juga besar," ungkap Kepala Balai Karantina Pertanian Belawan Andi Yusmanto.
Disebutkan Andi, untuk kinerja ekspor di Sumut per Januari-November 2021 ini sudah mencapai Rp26,7 triliun, meningkat dibanding tahun 2020 lalu yang hanya mencapai kisaran Rp21 triliun.
"Yang paling penting produk ekspor ini banyak didominasi oleh produk-produk seperti Jengkol ataupun Petai," ujarnya.
Selain itu, produk pakan ternak juga tahun ini perdana dilakukan pengiriman ke luar negeri sehingga menambah nilai ekonomis.
"Pakan ternak juga kita ekspor ke Singapura dan pakan hewan kesayangan itu ke Malaysia dan pertama loh kita ekspor. Jadi jagung yang dari luar itu masuk dan kita olah, pakannya jadi pakan ternak yang kita kirim lagi keluar," tutur Andi.
Sejauh ini, dari total 33 kabupaten/kota, masih ada 18 kabupaten/kota lagi yang belum melakukan pengiriman ekspor. Dikatakan Andi, kedepannya pihak Balai Karantina Belawan akan gencar untuk mendampingi para calon eksportir.
"Kita ada program namanya Desa Gratieks, jadi kita akan melakukan bimbingan bagaimana para calon eksportir bisa melakukan ekspor. Dimana saat ini permasalahannya itu semua terkait dengan buyer, tapi untuk komunitas kita yang kawal agar produk mereka bisa diterima oleh negara lain," kata Andi.
Adapun beberapa kabupaten yang berpotensi memiliki komoditi ekspor yang menjanjikan yaitu Mandailing Natal, Padang Sidempuan, Tapanuli Selatan dalam pengolahan ekspor komoditas kopi ataupun sarang burung walet.
"Kedepannya kita akan coba di kepulauan Nias karena disana kan banyak kelapa. Nanti sabutnya bisa diekspor dan dagingnya bisa dibuat kelapa parut," timpal Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Medan Lenny Hartati.
Selesai pelepasan ekspor pada akhir tahun ini, Andi berharap agar kedepannya kabupaten yang belum pernah melakukan ekspor dapat mengolah potensi sumber daya alam sehingga memiliki nilai ekonomis tinggi.
"Intinya bagaimana agar membuat kabupaten-kabupaten di Sumut agar bisa menjadi penyangga dulu untuk masuk ke ekspor. Untuk produksi pertanian di Sumut juga tidak sama semua, ada status daerah dan tanah berbeda di setiap kabupaten. Kita harap semua kabupaten untuk ekspor. Semua produk bisa diekspor yang penting punya keinginan," kata Andi.
(cr13/tribun-medan.com)