Breaking News:

Larangan Perayaan Tahun Baru

Pemkab Sergai Larang Warga Rayakan Tahun Baru dengan Berkumpul

Pemkab Sergai melarang warga untuk merayakan tahun baru dengan cara kumpul-kumpul guna mengantisipasi penularan Covid-19

Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Array A Argus
KOMPAS.com
Pembukaan Asian Games 2018 disertai pesta kembang api yang spektakuler 

TRIBUN-MEDAN.COM,SERGAI - Pemkab Sergai larang warga rayakan tahun baru dengan cara kumpul-kumpul.

Ini dilakukan guna mengantisipasi penularan Covid-19

"Pemkab Sergai mengimbau kepada setiap masyarakat di Sergai untuk tidak melakukan kerumunan di lokasi-lokasi perayaan malam pergantian tahun," kata Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Serdangbedagai, H Akmal, Jumat (31/12/2021). 

Baca juga: Seorang Wanita Terpaksa Dikurung dalam Toilet Pesawat, Ternyata Ketahuan Positif Covid-19

Lanjut Akmal, Pemkab Sergai juga menyampaikan kepada seluruh pengelola tempat wisata di Tanah Bertuah Negeri Beradat ini, harus menerapkan aplikasi PeduliLindungi bagi setiap pengunjung yang hendak memasuki lokasi objek wisata tersebut.

"Dengan menggunakan aplikasi ini, jadi ketahuan pengunjung yang mana saja belum di vaksin. Di lokasi objek wisata itu juga sudah disediakan posko-posko bagi pengunjung untuk di vaksin," ujar Akmal. 

Meski saat ini Kabupaten Sergai berada di PPKM Level 1, bukan berarti pemerintah daerah lengah untuk mengimbau masyarakat agar tetap mentaati protokol kesehatan yang ketat. 

"Saat ini herd imunnity dengan program vaksinasi nasional di Kabupaten Serdangbedagai sudah mau mencapai 74 persen. Namun ini terus di genjot, hingga mencapai 100 persen," ujar Akmal. 

Baca juga: Warga Medan Positif Omicron di Jakarta, Wali Kota Bobby Ungkap Hasil Tracing Tujuh Orang Kontak Erat

Lanjut Kepala Dinas Kominfo Sergai ini, sesuai instruksi menteri Natal dan Tahun Baru (Nataru) ini, bagi PNS atau masyarakat untuk ditunda atau tidak melaksanakan cuti.

Sementara itu, Nataru tahun ini di Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), Akmal menambahkan Pemkab Sergai sudah besinergi dengan pihak kepolisian, TNI, dan forkopimda lainnya. 

"Pos pam yang dibangun pihak kepolisian juga sudah ada, dibarengi dengan operasi yustisi. Jadi jika ada masyarakat berkerumun dan kedapatan ada yang belum vaksin, akan di vaksin. Dan apabila ada yang terkonfirmasi Covid-19, langsung di isolasi," tutup Akmal. (cr23/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved