Breaking News:

Polisi Diminta Usut Teror Kepala Anjing ke Ponpes Bahar, Bagaimana Kasus Penghinaan Jenderal Dudung?

Dalam kasus ini, pelapor mempersangkakan terduga pelaku peneroran kepala anjing dengan Pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan.

HO / Tribun Medan
Kolase Foto Jenderal Dudung dan Bahar 

TRIBUN-MEDAN.com - Anggota kuasa hukum Bahar Bin Smith, Aziz Yanuar meminta Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk mengusut tindakan dugaan teror dengan modus mengirimkan tiga potong kepala anjing dan dus berisi balok kayu.

Diketahui, peristiwa itu terjadi di Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin milik Bahar Bin Smith pada Jumat (31/12/2021) sekitar pukul 03.00 WIB dini hari.

"Bahwa kami meminta kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas tindakan teror pengecut oleh 'teroris asli' pembenci kebenaran yang dilakukan di kediaman HBS (Habib Bahar Smith) di Ponpes Tajul Alawiyyin," kata Aziz dalam keterangannya, Minggu (2/1/2022).

Aziz menduga kejadian ini dilakukan oleh pihak yang turut terlibat dalam aksi penembakan yang menewaskan 6 anggota eks Laskar Front Pembela Islam (FPI) di ruas jalan tol Jakarta-Cikampek pada Desember 2020 silam.

Kata dia, aksi tersebut merupakan bentuk ancaman yang sekaligus menebar ketakutan sehingga patut disebut kegiatan teror.

Pihak kepolisian menurutnya perlu mengusut tuntas kejadian ini.

"Mereka lah teroris dalam arti sesungguhnya, modus operandinya jelas yakni menebar ketakutan dan meneror siapapun yang tidak mendukung sesembahan mereka," ujarnya.

Sebelumnya, Aksi dugaan teror dengan modus pengiriman tiga kepala anjing dan bungkusan berisi balok terjadi di Pesantren Tajul Alawiyyin, Kemang, Bogor milik Habib Bahar Smith.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (31/12/2021) dini hari sekitar pukul 3 pagi.

Menurut kuasa hukum Bahar, Ichwan Tuankotta, pelemparan bungkusan berisikan tiga kepala anjing dan jeroannya sudah dilaporkan ke polisi.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved