Ingin Berjalan Normal, Penderita Polio Butuh Bantuan dan Perhatian Pemkab Sergai

Penderita polio bernama Santanam Dewantara butuh bantuan dan perhatian Pemkab Sergai. Saat ini ingin sekali bisa berjalan normal

Tayang:
Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/M ANIL RASYID
Santanam remaja penderita penyakit polio didampingi kedua orangtuanya yang bertempat tinggal di Kampung Ibus, Dusun IX, Desa Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah, Serdangbedagai (Sergai), Sumatera Utara, Selasa (4/1/2022). 

TRIBUN-MEDAN.COM,SERGAI - Santanam Dewantara, anak pasangan Turman (52) dan Basariah (51) sudah sejak usia sembilan tahun mengidap polio.

Di usianya yang ke 17 tahun, tubuh Santanam tumbuh tidak seperti remaja kebanyakan.

Tubuh Santanam kurus kering, bahkan tangan dan kakinya ikut mengecil.

Saat ditemui Tribun-Medan.com di kediamannya yang ada Kampung Ibus, Dusun IX, Desa Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Sergai, Santanam didampingi ayah dan ibunya.

Sang ibu bercerita, pada tahun 2012 lalu, mereka pernah membawa Santanam ke RSUD Sultan Sulaiman Sergai.

"Kemudian anak kami ini langsung dirujuk ke RSUP H Adam Malik. Dari pemeriksaan dokter, anak saya ini menderita penyakit polio," ujar Basariah, Selasa (4/1/2022). 

Lanjut Basariah, karena keterbatasan biaya, Santanam tidak pernah dibawa ke rumah sakit lagi.

"Selama ini hanya dibawa terapi, tetapi tidak ada perubahan. Jadi udah enggak pernah dibawa lagi. Kalau mau berobat ke rumah sakit lagi sudah tidak ada biaya," ujar Basariah.

Perempuan yang bekerja sebagai pedagang baksi keliling ini mengatakan, saat lahir, tidak ada gejala apapun pada Santanam.

Namun, di usia sembilan tahun, kondisi fisik Santanam berubah.

Tubuhnya mengecil, dan dia tidak mampu berdiri normal.

"Tidak ada kelainan pada tubuhnya sejak lahir, bahkan posyandunya lengkap," ujar Basariah.

Saat disinggung apakah sudah pernah mendapat bantuan dari pemerintah setempat, Basariah mengatakan sama sekali belum pernah mendapat bantuan jenis apapun. 

"Belum pernah dapat bantuan dari pemerintah, BPJS pun tidak ada. Dulu pernah ngurus BPJS tapi tidak pernah keluar," ujar Basariah. 

Melihat kondisi anaknya paling kecil itu cuma bisa terbaring lemah di kasur, Basariah sering merasa sedih dengan penyakit yang dialami Santanam. 

"Saya sedih lah pak melihat kondisi anak saya seperti ini. Pernah dia bilang sewaktu duduk berdua, 'mak, aku kek gini, kalau mamak gak ada bapak gak ada, aku sama siapa lah mak. Saya bilang abang dan kakak kan ada," ujar Basariah sambil menahan tangis. 

Santanam juga pernah bercerita kepada ibunya apakah dirinya bisa sembuh lagi atau tidak, namun ibunya selalu selalu menyampaikan hal yang positif kepada anaknya ini agar bisa kembali normal seperti pada remaja umumnya.  

"Saya pernah berpikir apa mungkin bisa sembuh gitu, tapi saya selalu semangati anak saya ini.  Dia (Santanam) pingin berjalan seperti kawan-kawan yang lain," ujar Basariah.

Sementara itu, dalam riwayat keluarga, Basariah menjelaskan, baru ini ada penyakit seperti yang dialami Santanam dan tidak ada keturunan yang seperti ini dalam keluarga besar Basariah dan Turman. 

Ayah Santanam, Turman juga menambahkan kalau anaknya yang tengah menderita penyakit polio ini, suka berkaroke meski sedang mengalami keterbatasan fisik.

"Menghibur dirinya, anak saya ini suka karoke, kalau nyanyi bagus suaranya ini, ngaji juga bagus suaranya. Cuma ya itu, kalau misalnya karokean, karena tangannya megang gak sanggup jadi di letakkan di lantai. Jadi sambil miring tiduran nyanyinya," ujar Turman. 

"Harapan saya, adalah bantuan dari pemerintah untuk kesembuhan anak saya ini," sambungnya. 

Mengingat pada tanggal 7 Januari 2022 merupakan HUT Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), tak salah jika pemerintah kabupaten untuk memberikan hadiah seminimal mungkin menanggung pengobatan penyakit yang diderita Santanam. 

"Ini momennya pas buat pemerintah Kabupaten Sergai, untuk membantu anak-anak yang memiliki kondisi seperti Santanam ini, apalagi sebentar lagi ulang tahun.

Jangan hanya koar-koar di media sosial soal HUT yang jatuh pada tanggal (7/1/2022) nanti. Bantu lah masyarakat yang masih membutuhkan pertolongan dari pemerintah setempat, tentu itu akan menjadi kado yang spesial," saut salahseorang tetangga Santanam. (cr23/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved