NELAYAN Tewas saat Melaut, Ditemukan Mengambang Tak Jauh dari Perahu
Seorang nelayan ditemukan tewas sekitar satu mil dari Pantai Kuala Putri, Senin (3/1/2022) sekitar pukul 15.30 WIB.
Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, SERGAI - Warga Dusun II, Desa Kuala Lama, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), Sumatera Utara, mendadak heboh.
Pasalnya seorang pria bernama Samsir (61) ditemukan tewas mengambang tak jauh dari perahu miliknya.
Pria yang diketahui sehari-hari menjadi seorang nelayan ini ditemukan tewas sekitar satu mil dari Pantai Kuala Putri, Senin (3/1/2022) sekitar pukul 15.30 WIB.
Informasi yang diperoleh, sebelumnya Samsir pergi mencari ikan ke laut bersama dengan nelayan lainnya yang diketahui bernama Bahrum (55) dan Zulkifli (35).
Mendapat laporan dari masyarakat atas kejadian tersebut, personel Polsek Pantai Cermin, langsung menuju lokasi kejadian. Akan tetapi, saat tiba di tempat kejadian perkara (TKP), namum korban telah dibawa ke rumah duka.
"Berdasarkan keterangan saksi bahwa, korban bersama warga lainnya berangkat mencari ikan di laut dengan menggunakan perahu masing-masing. Mereka berangkat dari Pantai Kuala Putri yang terletak di Dusun V, Desa Kuala Lama Kecamatan, Pantai Cermin, Kabupaten Serdangbedagai," ujar Kapolsek Pantai Cermin, Iptu M Tambunan, Selasa (4/1/2022).
Lanjut Tambunan, pada saat warga lainya hendak pulang, warga melihat perahu korban dalam keadaan tenggelam dan posisi korban telah mengambang disamping perahu milik korban.
Melihat keadaan korban, warga yang sama-sama mencari ikan di laut, membawa korban ke tepi pantai untuk memberikan pertolongan, akan tetapi korban tidak dapat tertolong lagi lantaran sudah meninggal dunia.
Akhirnya jasad korban dibawa oleh warga yang sekaligus juga nelayan ke rumah duka.
"Dilakukan pemeriksaan secara luar dan secara kasat mata, tidak ditemukan adanya luka atau tanda-tanda penganiayaan terhadap korban.
"Keluarga korban menyebutkan, kalau korban beberapa hari sebelumnya mengatakan kurang enak badan. Kepala Dusun dan Kepala Desa Kuala Lama yang menerima informasi kematian korban, mengatakan kalau korban tidak ada memiliki masalah dengan orang lain dan korban sudah berumur (tua)," sambungnya.
Kemudian atas permohonan dari keluarga, istri, dan anak korban, agar tidak di lakukan otopsi atau bedah jenazah. Keluarga mengatakan kalau Samsir meninggal dunia karena sakit yang dideritanya.
(cr23/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Tim-Inafis-Polres-Sergai-sedang-mengecek-kondisi-korban.jpg)