Breaking News:

PT Quicktest Laboratorium Buka Cabang di Medan, Klaim Hasil Tes Lebih Cepat dan Akurat

Quicktest memiliki beberapa keunggulan, karena memberikan hasil test yang lebih akurat dan cepat.

Penulis: Angel aginta sembiring | Editor: Eti Wahyuni
HO
Quicktest memiliki beberapa keunggulan, karena memberikan hasil test yang lebih akurat dan cepat. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - PT Quicktest Laboratorium Indonesia mulai melebarkan sayapnya ke beberapa kota besar di Indonesia. Tercatat tidak kurang dari 35 cabang Quicktest kini tersebar di 9 kota besar, mulai dari Jabodetabek, Bali, Medan, Balikpapan, hingga Makassar.

Kini masyarakat masyarakat Medan bisa mengunjungi cabang Quicktest bisa dijumpai di Medan Sunggal.
Meluasnya jangkauan Quicktest ke beberapa kota besar tersebut tentunya didukung teknologi RT-PCR model terbaru yang membuat hasil pemeriksaan di Quicktest menjadi lebih cepat dan akurat.

Pendiri Quicktest, Irawati Muklas, mengatakan, dibandingkan produk lain yang serupa, Quicktest memiliki beberapa keunggulan, karena memberikan hasil test yang lebih akurat dan cepat.

Baca juga: Laboratorium Terpadu USU Ciptakan Produk Hand Sanitizer Tanpa Air dan Sabun Berstandar WHO

Selain telah mampu mendeteksi 3 gen Orf 1 AB, Gen N & Gen S dan virus varian terbaru, produk swab Quicktest juga dapat mendeteksi virus lebih awal dengan 50 copies/ml, sesuai rekomendasi Kemenkes CT Value 40 serta telah mendapatkan Sertifikasi WHO dan Sertifikasi FDA.

"Di setiap laboratorium klinik kami juga selalu stand-by dokter jaga, dan pelanggan yang akan atau telah melakukan test dapat berkonsultasi secara gratis," ujarnya.

Ia menjelaskan, sebagai bentuk komitmen dari PT Quicktest Laboratorium Indonesia untuk memberikan layanan kesehatan yang optimal, bahwa pembukaan cabang–cabang baru ini akan terus dikembangkan.

Sehingga ke depannya, Quicktest akan semakin dekat dengan perkantoran dan pemukiman, memberikan kemudahan kepada masyarakat yang saat ini mobilitasnya masih dibatasi oleh PPKM.

Ditambah lagi dengan adanya varian baru virus Covid-19 bernama Omicron yang sudah ditemukan kasusnya di Indoesia.

Oleh karena itu, guna mencegah hal tersebut, diperlukan kerjasama baik dari pihak pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat untuk bersama-sama berupaya semaksimal mungkin, salah satunya adalah dengan menerapkan kembali protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari," jelasnya.

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved